PEKANBARU - Pemantauan satelit terbaru menunjukkan aktivitas titik panas di Pulau Sumatera masih signifikan. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 76 hotspot terdeteksi pada Rabu (29/4/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menegaskan, angka tersebut menjadi indikator penting kewaspadaan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini mencapai 76 titik yang tersebar di sejumlah provinsi,” ujar Yasir.
Berdasarkan pemantauan, Sumatera Selatan menempati posisi tertinggi dengan 25 titik, diikuti Riau sebanyak 22 titik.
Kondisi ini menempatkan dua provinsi tersebut sebagai wilayah prioritas pengawasan karhutla.
Sebaran hotspot di Pulau Sumatera hari ini meliputi Sumatera Selatan 25 titik, Riau 22 titik, Jambi 13 titik, Sumatera Utara 9 titik, Aceh 4 titik, Sumatera Barat 2 titik dan Bengkulu 1 titik.
Data ini menunjukkan konsentrasi hotspot masih dominan di wilayah tengah hingga selatan Sumatera.
Provinsi Riau menjadi perhatian khusus karena menyumbang jumlah hotspot terbesar kedua di Sumatera. Titik panas tersebar di delapan kabupaten/kota.
Rinciannya, Kota Dumai 5 titik, Kabupaten Pelalawan 5 titik, Kabupaten Bengkalis 4 titik, Kabupaten Rokan Hilir 2 titik, Kabupaten Rokan Hulu 2 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 2 titik, Kabupaten Siak 1 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi 1 titik.
Wilayah pesisir dan kawasan dengan dominasi lahan gambut masih menjadi daerah dengan potensi kemunculan hotspot lebih tinggi.