PEKANBARU - DPKH Provinsi Riau melakukan peninjauan langsung terhadap sapi bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat dan layak sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau, Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Indragiri Hilir guna menyamakan langkah teknis di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, tim DPKH Provinsi Riau disambut oleh Sekretaris Dinas bersama jajaran teknis yang mewakili Kepala Dinas. Setelah itu, tim langsung bergerak menuju lokasi peternakan di Kecamatan Tembilahan untuk melakukan pemeriksaan.
“Usai koordinasi, tim melanjutkan kegiatan dengan melakukan peninjauan ke lokasi peternakan di Kecamatan Tembilahan. Sapi yang menjadi objek peninjauan merupakan milik peternak setempat, Zaini yang berdomisili di HJ Sadri Lorong Nuri, Kelurahan Tembilahan Kota,” katanya.
Sapi yang menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut bernama Blacky, seekor sapi jantan jenis Brangus dengan ukuran yang cukup besar. Bobotnya mencapai sekitar 1.000 kilogram dengan tinggi sekitar 220 sentimeter.
Selama proses peninjauan, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik dan kesehatan hewan untuk memastikan tidak ada indikasi penyakit.
"Tidak hanya itu, pengambilan sampel feses dan darah juga dilakukan sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan lanjutan di laboratorium,” paparnya dikutip MCRiau.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap seluruh sapi bantuan Presiden yang akan didistribusikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kelayakan, sehingga aman dan sesuai untuk kebutuhan kurban masyarakat.