PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau terus menggencarkan program vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular di daerah tersebut. Hingga periode 1 Januari sampai 28 Februari 2026, realisasi vaksinasi tercatat sebanyak 7.493 dosis dari total target 65.900 dosis.
Vaksinasi yang dilakukan meliputi beberapa penyakit hewan, di antaranya penyakit mulut dan kuku (PMK), Jembrana Disease (JD), Septicemia Epizootica (SE), serta rabies.
Kepala Dinas PKH Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan vaksinasi menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit yang dapat merugikan peternak.
Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi terus dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten dan kota di Riau. Upaya ini menjadi bagian dari pengendalian penyakit hewan serta menjaga populasi ternak tetap sehat.
Untuk vaksin PMK, target yang ditetapkan sebanyak 31.000 dosis dengan distribusi 20.000 dosis. Hingga akhir Februari 2026, realisasi vaksinasi mencapai 4.576 dosis atau sekitar 22,9 persen.
Kabupaten Kampar mencatat capaian vaksinasi PMK tertinggi dengan realisasi 2.705 dosis atau sekitar 90,2 persen dari distribusi 3.000 dosis. Sementara itu, Kota Pekanbaru mencatat realisasi 522 dosis atau 122,8 persen dari distribusi 425 dosis, dan Kota Dumai sebanyak 505 dosis atau 101 persen dari distribusi 500 dosis.
Beberapa daerah lain juga telah melaksanakan vaksinasi PMK, di antaranya Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 270 dosis atau 54 persen dari distribusi 500 dosis, Kepulauan Meranti sebanyak 200 dosis atau 20 persen dari distribusi 1.000 dosis, serta Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 300 dosis dari distribusi 4.000 dosis.
Untuk vaksin Jembrana Disease, target vaksinasi ditetapkan sebanyak 10.000 dosis dengan distribusi 8.150 dosis. Hingga akhir Februari, realisasi vaksinasi mencapai 1.228 dosis atau sekitar 15 persen.
Sejumlah daerah yang telah melaksanakan vaksinasi JD di antaranya Kabupaten Kampar sebanyak 350 dosis, Rokan Hulu 185 dosis, Siak 143 dosis, Pelalawan 100 dosis, Indragiri Hilir 50 dosis, Kepulauan Meranti 100 dosis, Kota Pekanbaru 50 dosis, serta Kota Dumai 250 dosis.
Dikutip dari MCRiau, sementara itu, vaksinasi rabies ditargetkan sebanyak 10.000 dosis dengan distribusi 2.000 dosis. Hingga akhir Februari 2026, realisasinya mencapai 1.716 dosis atau sekitar 17 persen.
Kota Pekanbaru mencatat capaian vaksinasi rabies tertinggi dengan 1.292 dosis atau 103 persen dari distribusi 500 dosis. Kota Dumai juga mencatat realisasi 382 dosis atau sekitar 25 persen dari distribusi 1.500 dosis. Sedangkan Kabupaten Rokan Hulu mencatat realisasi 15 dosis.
Untuk vaksin Septicemia Epizootica (SE), target vaksinasi sebanyak 1.200 dosis dengan distribusi 1.000 dosis. Namun hingga akhir Februari, realisasi vaksinasi masih dalam tahap pelaporan dari daerah.
Secara keseluruhan, capaian vaksinasi penyakit hewan di Provinsi Riau masih di bawah 70 persen karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sepanjang tahun.
Mimi menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi di lapangan.
Ia berharap vaksinasi yang terus dilakukan dapat menjaga kesehatan ternak masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas sektor peternakan di Provinsi Riau.