PEKANBARU – Aktivitas titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera kembali terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Berdasarkan data terbaru, total terdapat 32 hotspot yang tersebar di sejumlah provinsi, dengan dominasi signifikan berasal dari Sumatera Selatan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengungkapkan, pemantauan satelit menunjukkan distribusi hotspot yang cukup timpang antarwilayah. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, mencapai 17 titik.
“Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini terdeteksi sebanyak 32 titik. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan,” ujar Yasir dalam keterangannya.
Selain Sumatera Selatan, beberapa provinsi lain juga terpantau memiliki titik panas, meski dalam jumlah terbatas.
Aceh mencatat 9 titik, sementara Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung masing-masing hanya 1 titik.
Untuk wilayah Riau sendiri, jumlah hotspot terpantau relatif rendah, yakni hanya 2 titik yang berada di Kota Dumai.
Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini masih terkendali, meski tetap perlu diwaspadai.
“Di Riau terpantau 2 titik panas yang semuanya berada di Dumai,” jelas Yasir.
Kendati jumlahnya kecil, keberadaan hotspot tetap menjadi indikator awal potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat memicu penyebaran api secara cepat.
BMKG mengimbau seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.