PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 58 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera hingga Rabu pagi (13/5/2026). Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, disusul Riau dan Jambi.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira, mengatakan pemantauan satelit menunjukkan peningkatan aktivitas hotspot di sejumlah wilayah yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 58 titik. Sumatera Selatan mendominasi dengan 30 titik panas, sementara Riau tercatat 13 titik,” ujar Yudhistira, Rabu pagi (13/5/2026).
Di Provinsi Riau, titik panas tersebar di lima kabupaten. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni lima titik, disusul Kampar dan Pelalawan masing-masing dua titik. Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu terdeteksi satu titik panas dan Indragiri Hulu tiga titik.
Rincian hotspot yakni terbanyak muncul di Sumatera Selatan ada 30 titik. Kemudian Riau 13 titik, Jambi 8 titik, Sumatera Barat 4 titik, dan Sumatera Utara 3 titik.
BMKG mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di daerah yang terdeteksi memiliki konsentrasi hotspot cukup tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca panas dapat mempercepat penyebaran api,” tambah Yudhistira.