PEKANBARU — Hujan yang mengguyur hampir merata di sejumlah wilayah Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir membawa dampak positif terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah titik api yang sebelumnya terpantau di beberapa daerah kini dillaphorkan telah berhasil dipadamkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, M Edy Afrizal, mengatakan sebelumnya karhutla sempat terjadi di Kabupaten Rokan Hilir dan Pelalawan. Namun upaya pemadamam yang dilakukan tim gabungan melalui jalur darat dan udara berhasil dibantu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi.
“Untuk Karhutla sudah nihil, beberapa daerah yang sebelumnya sempat ada Karhutla saat ini sudah padam. Hujan belakangan ini terjadi cukup merata di wilayah Riau,” katanya, Rabu.
Menurutnya, kondisi cuaca yang mulai basah membuat kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk sementara dihentikan. Hingga saat ini, total 64 ton garam telah disemai untuk membantu meningkatkan curah hujan di Riau.
“Untuk OMC dihentikan sementara, karena hujan sudah cukup banyak. Nanti kalau masih dilakukan dikhawatirkan malah terjadi banjir,” sebutnya.
Meski dihentikan sementara, pesawat yang digunakan untuk kegiatan OMC masih disiagakan di Riau sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kelanjutan operasi tersebut.
“Pesawat untuk OMC-nya masih ada di Riau, sembari menunggu arahan selanjutnya. Pesawat-nya juga bisa digunakan untuk kegiatan patroli Karhutla,” ujarnya.
Di sisi lain, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah juga belum menimbulkan dampak banjir. Hingga kini BPBD Riau mengaku belum menerima laporan adanya daerah yang terdampak luapan air.
“Belum ada yang melaporkan terjadi banjir, tapi mungkin permukaan air sungai ada mengalami kenaikan tapi belum terjadi banjir. Kami minta untuk tetap waspada, jika memerlukan bantuan bisa segera melaporkan ke BPBD Riau,” imbaunya dikutip dai MCRiau.