PEKANBARU – Kondisi cuaca di Provinsi Riau menunjukkan tren positif terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat tidak ada titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Riau pada Jumat (22/5/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, secara keseluruhan jumlah hotspot di Pulau Sumatera juga tergolong rendah, yakni hanya sembilan titik.
“Total titik panas wilayah Sumatera pada Jumat sore terpantau sebanyak sembilan titik,” ujar Elisa JS Kedang.
Ia menjelaskan, sebaran hotspot tersebut tersebar di beberapa provinsi dengan rincian Bengkulu satu titik, Aceh tiga titik, Sumatera Selatan tiga titik, dan Sumatera Utara dua titik.
Sementara itu, Provinsi Riau dipastikan nihil hotspot berdasarkan pemantauan satelit BMKG hingga sore hari.
Kondisi ini dinilai menjadi indikator positif dalam upaya pencegahan karhutla yang selama ini menjadi perhatian serius, terutama memasuki musim kemarau di sejumlah daerah Sumatera.
Minimnya titik panas di Riau juga menunjukkan efektivitas pengawasan dan mitigasi yang dilakukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat peduli api.
Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena potensi cuaca panas dan angin kering masih dapat memicu kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Pemantauan hotspot sendiri dilakukan menggunakan satelit yang mendeteksi anomali suhu permukaan tanah sebagai indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan.