PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 207 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Kamis (4/6/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak kedua setelah Aceh.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Putri Santy, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan satelit, Aceh mencatat 66 titik panas, sementara Riau terdeteksi sebanyak 67 titik panas.
"Pada hari ini terpantau total 207 titik panas di wilayah Sumatera. Riau menjadi salah satu provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni sebanyak 67 titik," ujar Putri Santy, Kamis (4/6/2026).
Selain Aceh dan Riau, titik panas juga terdeteksi di sejumlah provinsi lainnya, yakni Sumatera Selatan 27 titik, Sumatera Utara 16 titik, Lampung 12 titik, Sumatera Barat 11 titik, Bengkulu 4 titik, Bangka Belitung 3 titik, dan Jambi 1 titik.
Di Provinsi Riau, sebaran hotspot paling banyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis dengan 30 titik, disusul Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 24 titik. Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu tercatat 6 titik, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi masing-masing 2 titik, serta Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai masing-masing 1 titik.
Putri Santy mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah yang mengalami peningkatan jumlah hotspot.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki banyak titik panas," katanya.
BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada lingkungan maupun kesehatan masyarakat.