www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Senam Kemilau Rohil Meriah, 21 Tim Tampilkan Gerakan Kreatif Bernuansa Merah Putih
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


RAPP Siagakan 177 Pompa dan 1.209 Selang untuk Hadapi Karhutla Riau 2026
Senin, 10 Agustus 2026 - 20:22:54 WIB
RAPP siagakan fire fighter dan peralatan operasional hadapi karhutla.(foto: risnaldi/halloriau.com)
RAPP siagakan fire fighter dan peralatan operasional hadapi karhutla.(foto: risnaldi/halloriau.com)

PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dihadapi dengan memperkuat kesiapan lintas sektor.

Polda Riau menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla 2026 di halaman Mapolda Riau, Senin (10/8/2026).

Bukan hanya personel kepolisian yang disiapkan. TNI, pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, BMKG, dunia usaha hingga kelompok masyarakat turut dilibatkan dalam apel tersebut.

Masing-masing unsur membawa kekuatan personel, kendaraan, serta peralatan yang dapat digunakan ketika terjadi kebakaran.

"Benar, nanti akan dilakukan Apel Kesiapsiagaan Karhula di Mapolda Riau," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi.

Apel ini menjadi bagian dari penguatan sistem penanganan Karhutla di Riau, daerah yang memiliki kawasan gambut dan sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran.

Dalam daftar kekuatan yang disiapkan, unsur Kodam XIX/Tuanku Tambusai mengerahkan personel dari Arhanud 13/PBY dan Kodim 0301/Pekanbaru.

Arhanud 13/PBY menyiapkan seorang perwira menengah sebagai komandan kompi serta satu satuan setingkat peleton (SST) berjumlah 25 personel.

Kodim 0301/Pekanbaru juga menurunkan seorang PAMA sebagai Danki dan 25 Babinsa yang didukung kendaraan roda dua.

Kekuatan tambahan datang dari Yonko 462/Kopasgat dan Lanud Roesmin Nurjadin. Masing-masing menyiapkan satu SST dengan kekuatan 25 personel.

Dari unsur pemerintah, BPBD Provinsi Riau menurunkan seorang Danki dan dua SST. Setiap SST beranggotakan 25 personel, dilengkapi kendaraan operasional atau kendaraan taktis serta perlengkapan penanganan bencana.

Diskes Provinsi Riau turut mengirimkan satu regu beranggotakan 10 personel. Dua ambulans juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan medis di lapangan.

Penanganan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Informasi cuaca dan kondisi atmosfer menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah penanganan.

Karena itu, BMKG Provinsi Riau dilibatkan dengan menyiapkan seorang Danki dan satu regu berjumlah 11 personel.

Data mengenai hujan, angin, kelembapan dan kondisi atmosfer dapat menjadi informasi pendukung untuk membaca potensi perkembangan titik panas serta kemungkinan penyebaran api.

Basarnas Provinsi Riau juga menyiagakan seorang Danki dan satu SST yang terdiri dari 25 personel. Tim tersebut membawa kendaraan operasional maupun kendaraan taktis berikut peralatan SAR untuk menghadapi situasi darurat.

Sementara itu, Satpol PP Riau mengerahkan satu SST berjumlah 25 personel. DLHK Provinsi Riau juga menyiapkan satu SST dengan 25 personel Polisi Kehutanan.

Dukungan pemadaman datang dari Damkar Kota Pekanbaru yang mengerahkan 10 personel lengkap dengan kendaraan dan peralatan pemadam.

Manggala Agni Pekanbaru menyiapkan seorang Danki dan satu SST beranggotakan 25 personel, termasuk kendaraan operasional serta perlengkapan penanganan Karhutla.

BPBD Kota Pekanbaru juga menurunkan satu SST dengan kekuatan 25 personel.

Kesiapsiagaan Karhutla juga melibatkan perusahaan yang memiliki sumber daya penanggulangan kebakaran.

Salah satunya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang menghadirkan satu regu Fire Fighter dari Fire and Aviation Department dalam apel tersebut.

Fire Team Coordinator RAPP, Ramadhan, menyampaikan kesiapan personel sekaligus memperlihatkan sejumlah peralatan yang dapat digunakan untuk mendukung operasi penanganan kebakaran.

Peralatan yang dibawa antara lain lima unit pompa pemadam, 20 roll selang berdiameter 1,5 inci, drone, rain gauge, hygrometer, foam inductor, sprinkler, priming pump, GPS Garmin, gateway dan suction hose.

Menurut Ramadhan, keterlibatan dunia usaha merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman Karhutla.

"Pencegahan dan penanggulangan karhutla membutuhkan kesiapan serta kerja sama dari berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, kami kembali memperkuat koordinasi dan kesiapan personel maupun peralatan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan menangani potensi karhutla," ujar Ramadhan.

Ia menegaskan kesiapan perusahaan untuk berkoordinasi dengan berbagai unsur di lapangan.

"Kami siap berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan pemangku kepentingan lainnya di lapangan," katanya.

Dukungan dunia usaha tersebut juga menjadi bagian dari strategi kesiapsiagaan yang lebih luas. APRIL Group menetapkan Fire Danger Period di seluruh area konsesinya di Riau hingga 30 September 2026.

Selama periode tersebut, perusahaan meningkatkan patroli darat dan udara, pemantauan titik panas serta koordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

Sejumlah sumber daya juga disiagakan. APRIL Group menempatkan satu unit helikopter, dua airboat, 12 kendaraan patroli, 177 pompa air dan 1.209 roll selang.

Untuk mendukung deteksi dini, disiapkan pula empat lokasi pemantauan kabut asap, 26 CCTV dan 12 menara api.

Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 345 personel pemadam kebakaran profesional dan 735 relawan terlatih dari 49 desa di Riau turut menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Selain aparat dan perusahaan, unsur masyarakat juga mendapat tempat dalam sistem kesiapsiagaan.

Kwarda Pramuka Saka Bhayangkara menurunkan satu SST dengan 25 personel. Masyarakat Peduli Api (MPA) Kota Pekanbaru juga mengerahkan satu SST berjumlah 25 personel.

Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena warga yang berada paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran dapat menjadi bagian dari sistem deteksi dini.

Kecepatan informasi mengenai munculnya asap, titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dapat membantu petugas melakukan respons sebelum api meluas.

Apel kesiapsiagaan ini pada akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial. Gelar pasukan dan peralatan menjadi momentum untuk memastikan setiap unsur memahami tugas serta mengetahui sumber daya yang dapat digerakkan ketika kondisi darurat terjadi.

Rujukan pelaksanaan apel antara lain Surat Polda Riau Nomor B/2174/VIII/OPS.2.2./2026 tentang permintaan personel Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla 2026.

Kegiatan tersebut juga mengacu pada Rencana Kontingensi Aman Nusa II Lancang Kuning-2026 serta Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.102/II/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau Tahun 2026.

Dengan menggabungkan kekuatan TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, BMKG, Damkar, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat, pola penanganan Karhutla diharapkan tidak lagi berjalan secara parsial.

Kesiapan personel, kendaraan, pompa, selang, ambulans, peralatan SAR, teknologi pemantauan hingga informasi cuaca disatukan dalam satu pola koordinasi.

Strategi tersebut menjadi penting agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Penulis: Risnaldi
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Senam Kemilau Rohil jadi panggung talenta.(foto: afrizal/halloriau.com)Senam Kemilau Rohil Meriah, 21 Tim Tampilkan Gerakan Kreatif Bernuansa Merah Putih
Pasar murah hingga santunan anak yatim warnai HUT ke-28 PAN di Pekanbaru.(foto:  mimi/halloriau.com)HUT ke-28 PAN, Roni Pasla Tekankan Politik Tak Cukup Sekadar Kejar Kursi
APHI dan GAPKI mengusulkan penyusunan protokol kolaboratif.(foto: istimewa)APHI dan GAPKI Minta Protokol Darurat Karhutla, Akses ke Titik Api Tak Boleh Terhambat
Kabut asap selimuti Pelalawan.(ilustrasi/int)Pelalawan Dikepung 216 Hotspot, Pemprov Riau Mulai Salurkan Masker dan Obat-obatan
Bahaya kabut asap gambut.(ilustrasi/halloriau.com)Asap Karhutla di Riau Mengandung Zat Berbahaya, Ahli Beri Peringatan Khusus untuk Ibu Hamil
  Reses DPRD Rohil ungkap keluhan warga Bangko.(foto: afrizal/halloriau.com)Warga Labuhan Tangga Kecil Sampaikan Keluhan, DPRD Rohil Soroti 3 Masalah Ini
Ratusan modifikator ramaikan HMC 2026 di Mal SKA Pekanbaru.(foto: dok/halloriau.com)143 Motor Honda Modifikasi Ramaikan HMC 2026 Pekanbaru, Kategori Ini yang Terbanyak
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(ilustrasi/halloriau.com)Masih Ada 300 Lebih Hotspot di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhil Mendominasi
Pemprov Riau segera lakukan OMC.(ilustrasi/int)Ada Peluang Hujan, BPBD Riau Siapkan Pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)Hadapi Ancaman Karhutla September-November, Riau Tambah Peralatan dan Personel
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Warga Oasis Pematang Kapau Semarakkan HUT ke-81 RI
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved