PEKANBARU – Sebanyak 1.813 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 265 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Indah, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan hotspot di wilayah Sumatera pada Sabtu (29/6/2026).
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 1.813 titik,” kata Indah, Sabtu (29/6/2026).
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 1.036 titik. Setelah itu, Jambi tercatat memiliki 181 titik, Riau 265 titik, Lampung 100 titik, Aceh 77 titik, Sumatera Utara 54 titik, Bangka Belitung 91 titik, serta Bengkulu 3 titik.
Sementara itu, Kepulauan Riau terdeteksi 4 titik panas, Sumatera Barat 2 titik.
Untuk wilayah Riau, hotspot tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni mencapai 120 titik.
Kemudian Kabupaten Indragiri Hilir tercatat memiliki 67 titik panas, Bengkalis 20 titik, Indragiri Hulu 20 titik, Kuantan Singingi 15 titik, Siak 14 titik, Kampar 2 titik, Rokan Hilir 3 titik, Rokan Hulu 3 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
“Untuk wilayah Riau, total terdapat 265 titik panas,” ujar Indah.
Tingginya jumlah hotspot di Sumatera, khususnya di sejumlah wilayah Riau, menjadi perhatian dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan. Data hotspot tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati bersama, terutama oleh pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah yang memiliki titik panas cukup tinggi.
Di Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi pada pemantauan kali ini, disusul Indragiri Hilir.
BMKG Stasiun Pekanbaru terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas dan kondisi cuaca di wilayah Riau sebagai bagian dari upaya mendukung kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.