PEKANBARU - Pulau Sumatera kembali berada dalam bayang-bayang darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Rabu (2/9/2026) sore, jumlah titik panas (hotspot) melonjak drastis hingga mencapai 1.553 titik yang tersebar di berbagai provinsi, dengan Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi wilayah paling kritis.
Lonjakan ribuan titik panas ini menjadi alarm keras bagi upaya mitigasi bencana di pertengahan tahun.
Forecaster On Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Putri Santy mengonfirmasi, distribusi hotspot sangat timpang, di mana bagian selatan Sumatera terpantau paling membara.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada sore ini mencapai 1.553 titik. Sumatera Selatan menjadi episentrum dengan jumlah yang sangat signifikan, yakni 998 titik, disusul oleh Bangka Belitung dengan 259 titik," ungkap Putri, Rabu (2/9/2026).
Meski tidak setinggi Sumsel, Provinsi Riau tetap harus berada dalam status waspada tinggi. BMKG mendeteksi ada 64 titik panas yang menyebar di delapan kabupaten/kota di Bumi Lancang Kuning.
Kabupaten di wilayah pesisir timur dan selatan Riau mendominasi kemunculan hotspot ini. Indragiri Hilir mencatatkan angka tertinggi dengan 17 titik, disusul Indragiri Hulu dengan 13 titik, dan Pelalawan sebanyak 12 titik.
Sebaran lainnya terpantau di Kabupaten Siak 9 titik, Kepulauan Meranti 7 titik, Kuantan Singingi 3 titik, Kota Dumai 2 titik, dan Rokan Hulu 1 titik.
Selain Sumsel, Babel, dan Riau, ancaman Karhutla juga mengintai beberapa provinsi lain yang mencatatkan puluhan hotspot.
Jambi terpantau memiliki 88 titik panas, berdekatan dengan Lampung yang mencatat 81 titik, serta Kepulauan Riau dengan 29 titik.
Sementara itu, wilayah dengan titik panas dalam skala minor terpantau di Sumatera Utara (12 titik), serta Aceh, Bengkulu, dan Sumatera Barat yang masing-masing mencatatkan angka di bawah 10 titik panas.
Peningkatan jumlah hotspot yang masif dalam satu hari ini menuntut penanganan cepat dan terukur dari Satgas Karhutla guna mencegah bencana kabut asap lintas batas.