PEKANBARU - Warga Pekanbaru berbondong-bondong memadati halaman Stasiun TVRI Riau di Jalan Durian menyusul langkah sigap Pemerintah Provinsi Riau mengguyur pasar lewat Gerakan Pangan Murah (GPM).
Intervensi masif ini dikerahkan langsung untuk menjinakkan angka inflasi tahunan daerah yang saat ini bertengger di level 3,82 persen, sekaligus menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah dinamika harga komoditas global maupun lokal.
Pemangkasan rantai distribusi pangan yang selama ini kerap menjadi celah lonjakan harga menjadi fokus utama eksekusi di lapangan.
Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang menggandeng Perum Bulog, PT Riau Pangan Bertuah, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), hingga UMKM lokal, pemerintah berupaya memastikan pasokan komoditas strategis terserap langsung oleh warga tanpa melalui banyak tangan perantara.
"Acara Gerakan Pangan Murah yang kita buka pagi hari ini adalah bentuk nyata dari intervensi pemerintah untuk memutus mata rantai distribusi sembako yang panjang," ujar Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, Rabu (2/9/2026).
Pelaksanaan GPM kali ini sekaligus meriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI yang diselenggarakan secara serentak di seluruh stasiun penyiaran se-Indonesia.
Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (PTPH) Provinsi Riau memusatkan titik distribusi wilayah ini di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.
Kepala LPP TVRI Stasiun Riau, Didik Kusjadmika mengonfirmasi, sinergi lintas instansi ini dirancang sebagai agenda rutin tahunan untuk meringankan beban ekonomi publik.
"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun TVRI dan dilaksanakan serentak di seluruh stasiun TVRI se-Indonesia," ucap Didik Kusjadmika.
"GPM ini kami selenggarakan secara rutin tiap tahun didorong dengan dukungan Dinas PTPH Riau," jelasnya.
Demi menjamin ketersediaan logistik yang merata, Dinas PTPH Riau menggelontorkan ribuan paket bahan pokok esensial.
Plt Kadis PTPH Riau, Supriadi menegaskan, fasilitas pangan bersubsidi ini dipatok jauh di bawah harga pasaran ritel konvensional.
"Dalam hal ini, Pemprov Riau tentu mendukung penuh kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya GPM," ujar Supriadi.
"Dengan harapan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga lebih terjangkau atau lebih murah," tambahnya.
Berdasarkan data Dinas PTPH Riau, total kuota pasokan yang dilepas ke pasaran meliputi 1.100 liter minyak goreng, 500 kilogram gula pasir, 100 kilogram cabai, masing-masing 50 kilogram untuk bawang merah, bawang putih, kentang, daging ayam, serta daging sapi. Selain itu, tersedia pula 300 papan telur dan 20 kilogram sayuran segar.
Masyarakat yang hadir dapat memanfaatkan belanja harian dengan rincian komparasi harga, Beras SPHP Rp59.000/5 kg, Minyakita Rp14.000/liter dan Gula Pasir Rp17.000/kg.
Kemudian, Telur Ayam Rp45.000/papan, Cabai Merah Rp22.000/500 gram, Kentang Rp10.000/kg, Bawang Merah Rp12.000/500 gram dan Bawang Putih Rp7.000/250 gram.