PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Sumatera kembali membunyikan alarm waspada.
Lonjakan tajam titik panas (hotspot) tercatat melanda berbagai provinsi pada Kamis (3/9/2026) sore, dengan total akumulasi mencapai 2.340 titik.
Provinsi Riau menjadi salah satu wilayah yang mengalami peningkatan signifikan setelah terdeteksi 205 titik panas yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.
Kabupaten Inhil menjadi daerah penyumbang terbanyak dengan 69 titik, disusul Bengkalis dengan 32 titik, dan Inhu sebanyak 41 titik.
"Total titik panas wilayah Sumatera sore ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan hingga menyentuh angka 2.340 titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby.
Secara regional, Sumatera Selatan mencatatkan angka tertinggi dengan 1.391 titik panas, diikuti Bangka Belitung 299 titik, dan Jambi 266 titik.
Sebaran titik panas di Provinsi Riau meliputi Kabupaten Inhil 69 titik, Inhu 41 titik, Bengkalis 32 titik dan Kepulauan Meranti 24 titik.
Kemudian, Kabupaten Pelalawan 19 titik, Siak 9 titik, Kuansing 6 titik, Rohul 3 titik, Kampar 1 titik dan Kota Pekanbaru 1 titik.
Sedangkan sebaran titik panas di wilayah Sumatera meliputi, Sumatera Selatan 1.391 titik, Bangka Belitung 299 titik, Jambi 266 titik, Riau 205 titik dan Lampung 104 titik.
Selanjutnya, Bengkulu 29 titik, Kepulauan Riau 27 titik, Sumatera Barat 13 titik dan Sumatera Utara 6 titik.
Peningkatan jumlah titik panas ini memerlukan langkah mitigasi cepat dari Satgas Karhutla dan pihak terkait guna meminimalisir potensi timbulnya kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta kualitas udara di Riau dan sekitarnya.