PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menajam di dua wilayah Riau setelah BMKG mendeteksi tiga titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan (confidence) tinggi mencapai 80 hingga 100 persen pada Kamis (3/9/2026) sore.
Tiga titik panas berpotensi kuat menjadi titik api aktif tersebut terkonsentrasi di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Pelalawan.
Rinciannya, dua titik berada di Kecamatan Rangsang, Meranti, serta satu titik terpantau di Kecamatan Kerumutan, Pelalawan.
Kemunculan tiga titik berisiko tinggi ini terjadi di tengah lonjakan drastis jumlah hotspot di Pulau Sumatera, di mana Provinsi Riau menyumbang total 205 titik yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
"Sementara itu, dari 200-an titik panas itu, tiga titik berada di level confidence tinggi 80-100 persen, yang tersebar di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti dua titik, dan Kecamatan Kerumutan Pelalawan satu titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby.
Deby menambahkan, mayoritas titik panas di Riau saat ini masih berada di tingkat menengah.
"191 titik panas lainnya berada pada level confidence sedang 30-79 persen dan 11 titik lainnya pada level confidence rendah 0-29 persen," tuturnya.
Secara daerah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi penyumbang hotspot terbanyak di Riau dengan 69 titik, disusul Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak 41 titik, serta Bengkalis dengan 32 titik.
Secara regional, fenomena kenaikan titik panas ini melanda hampir seluruh bagian Sumatera dengan total akumulasi mencapai 2.340 titik.
"Total titik panas wilayah Sumatera sore ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan hingga menyentuh angka 2.340 titik," tukasnya.
Sumatera Selatan mencatatkan angka tertinggi di tingkat regional dengan 1.391 titik panas, disusul Bangka Belitung 299 titik, Riau 205 titik dan Lampung 104 titik.
Sisa hotspot lainnya terdeteksi tipis di Bengkulu 29 titik, Kepulauan Riau 27 titik, Sumatera Barat 13 titik, serta Sumatera Utara 6 titik.