PEKANBARU - Penanganan kasus HIV/AIDS di Provinsi Riau menghadapi jalan terjal. Pendekatan konvensional yang berfokus pada pengobatan dinilai belum mampu membendung laju penularan di lapangan, menyusul tingginya angka penemuan kasus baru yang masih didominasi oleh kelompok rentan di wilayah perkotaan.
Data pendampingan Yayasan Sebaya Lancang Kuning Riau menyatut 3.387 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) terakumulasi di tiga daerah, yakni Kota Pekanbaru 2.810 orang, Kota Dumai 373 orang dan Kabupaten Inhil 204 orang.
Ketimpangan gender terlihat sangat mencolok dalam data tersebut, di mana penderita laki-laki jauh melampaui perempuan.
Di Pekanbaru, penderita laki-laki mencapai 2.318 jiwa berbanding 492 perempuan. Dumai mencatat 269 laki-laki dan 104 perempuan, sedangkan Indragiri Hilir mencatat 158 laki-laki dan 46 perempuan.
Berdasarkan kategori populasi kunci, kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) mencatatkan angka tertinggi di ketiga wilayah tersebut, Pekanbaru 1.804 kasus, Dumai 169 kasus dan Inhil 112 kasus.
Tingginya angka pada kelompok ini mengindikasikan belum optimalnya jangkauan edukasi serta masifnya fenomena gunung es akibat takutnya masyarakat mengakses layanan tes kesehatan secara mandiri.
Penanggungjawab HIV dan AIDS Diskes Provinsi Riau, Egawati mengonfirmasi, tingginya angka penemuan ini harus direspon dengan penguatan lini pencegahan, bukan sekadar merawat penderita yang sudah terdeteksi.
"Upaya pencegahan dan penanggulangan harus dilakukan bersama. Edukasi, deteksi dini, dan pengobatan menjadi bagian penting untuk menekan penularan HIV," tegas Egawati.
Egawati menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah memutus rantai diskriminasi yang kerap membuat kelompok rentan enggan memeriksakan diri.
"Penanganan HIV/AIDS tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai HIV serta berani melakukan pemeriksaan untuk mengetahui status kesehatannya," tuturnya.
"Dukungan terhadap ODHA serta menghindari stigma dan diskriminasi sangat penting agar pencegahan maupun pengobatan berjalan efektif," pungkasnya.