www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Dari Bungkil Sawit ke Kandang Kambing, Pendampingan Apical Dorong Ekonomi Warga Dumai
Rabu, 09 September 2026 - 15:11:29 WIB
Pengantaran PKE/Bungkil kepada Peternak binaan Apical Dumai .
Pengantaran PKE/Bungkil kepada Peternak binaan Apical Dumai .

DUMAI – Produk samping dari industri pengolahan kelapa sawit dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat di Dumai, Riau. Apical melalui PT Sari Dumai Sejati (PT SDS) memanfaatkan palm kernel expeller (PKE) atau bungkil inti sawit sebagai pakan tambahan bagi kelompok peternak kambing binaannya.

Program pendampingan tersebut melibatkan dua kelompok peternak yang terdiri dari 24 keluarga. Pemanfaatan PKE diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

PKE merupakan produk samping dari proses pengolahan inti kelapa sawit yang memiliki kandungan nutrisi dan serat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak.

Sebelum diberikan kepada ternak, PKE terlebih dahulu melalui proses fermentasi. Proses tersebut dilakukan agar tekstur pakan menjadi lebih lunak dan serat kompleksnya lebih mudah diurai sehingga dapat lebih mudah dikonsumsi dan dicerna oleh kambing.

CSR Manager Apical, Agus Wiastono, mengatakan pemanfaatan PKE merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan usaha produktif masyarakat.

"Kami ingin agar sumber daya yang tersedia dari kegiatan operasional juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui pendampingan ini, PKE dimanfaatkan untuk mendukung usaha peternakan yang dapat terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi keluarga anggota kelompok," ujar Agus.

Selain membantu meningkatkan palatabilitas pakan, proses fermentasi juga membuat PKE lebih mudah diberikan kepada kambing bersama hijauan.

Program tersebut saat ini mendukung dua kelompok peternak binaan yang berada di wilayah RT 5, RT 6, dan RT 7. Tidak hanya memberikan dukungan berupa pakan tambahan, PT SDS juga melakukan pendampingan untuk membantu kelompok mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, kedua kelompok peternak tersebut tercatat memiliki total 272 ekor kambing. Dalam periode yang sama, sebanyak 66 ekor kambing berhasil dijual dengan nilai mencapai Rp178,2 juta.

Capaian tersebut menunjukkan perkembangan usaha peternakan yang dijalankan kelompok binaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga anggotanya.

Salah satu kelompok binaan adalah Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan yang terdiri atas 10 keluarga. Kelompok tersebut saat ini memiliki 112 ekor kambing dengan nilai aset sekitar Rp214,85 juta.

Selama Januari hingga Agustus 2026, kelompok tersebut menjual 32 ekor kambing dengan nilai mencapai Rp86,4 juta.

Selain mengembangkan usaha peternakan, Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan juga menjalankan kegiatan simpan pinjam dengan nilai sekitar Rp54 juta sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi anggotanya.

Ketua Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan, Lina, mengatakan manfaat usaha peternakan telah dirasakan langsung oleh keluarganya. Hasil penjualan ternak, menurutnya, turut membantu membiayai pendidikan anak hingga menyelesaikan pendidikan strata satu.

Sementara itu, Kelompok Sukabumi yang terdiri atas 14 keluarga memiliki 160 ekor kambing dengan nilai sekitar Rp286,75 juta.

Dalam delapan bulan pertama 2026, kelompok tersebut berhasil menjual 34 ekor kambing dengan nilai Rp91,8 juta.

Salah seorang anggota Kelompok Sukabumi, M. Nasir, mengatakan kelompoknya menerima bantuan PKE secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pakan tambahan ternak.

Menurut dia, bantuan tersebut diberikan sekitar setiap satu setengah bulan dengan jumlah sekitar 2,3 ton dalam setiap penyaluran.

Pemanfaatan PKE sebagai pakan tambahan menjadi salah satu bagian dari pengembangan usaha peternakan yang dilakukan kedua kelompok tersebut. Usaha ini tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga membantu anggota kelompok membangun aset produktif bagi keluarga.

Ke depan, Apical melalui PT Sari Dumai Sejati akan melanjutkan program pendampingan dengan fokus pada peningkatan produktivitas ternak, pengelolaan usaha, serta penguatan kemandirian kelompok.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membuat usaha peternakan masyarakat terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga anggota kelompok.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
 Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid (foto/int)DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru usai bantu penanganan Karhutla di Dayun (foto/int)Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru Usai Sepekan Padamkan Karhutla Siak
PWI Riau umumkan pemenang LKJ Raja Ali Kelana 2026, Fithriady Syam terbaik (foto/ist)PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKJ Raja Ali Kelana 2026
Kelapa sawit mitra plasma sepekan dihargai Rp3.976 per Kg (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Plasma Riau Turun Lagi, Tertinggi Rp3.976 per Kg
Ilustrasi BMKG prediksi asap mengintai Riau seharian (foto/int)Asap Mengintai Riau Seharian, Warga Diminta Tetap Waspada
  Kondisi kabut asap di Pekanbaru makin tebal (foto/Mimi)Kondisi Kabut Asap di Pekanbaru Makin Tebal dan Ganggu Jarak Pandang
Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal (foto/int)Karhutla Masih Jadi Perhatian, Riau Siagakan Helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca
Siswa di Pekanbaru kembali belajar secara daring akibat udara tidak sehat (foto/riki)PM2.5 Pekanbaru Tembus 143,4 µg/m³, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Ketua APHI Komda Riau, Muller Tampubolon.APHI Riau: Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Padamkan Karhutla Paling Efektif
Ilustrasi Karhutla masih menghantui wilayah Riau (foto/int)4.127 Titik Panas Kepung Sumatra, Riau Catat 96 Hotspot
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved