PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru berada dalam kategori sedang pada Rabu (28/10/2026) pagi. Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tidak ada titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Provinsi Riau.
Berdasarkan data IQAir yang dipantau pada pukul 08.30 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru berada dalam kategori sedang. Kondisi ini menunjukkan kualitas udara masih relatif dapat diterima, meski sebagian masyarakat yang sensitif terhadap polusi dapat mengalami dampak kesehatan.
Partikel halus PM2.5 menjadi salah satu polutan yang perlu diwaspadai karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Di sisi lain, BMKG mencatat sebanyak 338 titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 224 titik, disusul Lampung sebanyak 68 titik dan Jambi sebanyak 35 titik.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan terbaru, tidak ada titik panas yang terdeteksi di Riau.
“Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 338 titik. Untuk Riau, nihil,” ujar Gita.
Selain Sumatera Selatan, Lampung, dan Jambi, titik panas juga terdeteksi di Bangka Belitung sebanyak delapan titik, Bengkulu dua titik, serta Sumatera Barat satu titik.
Meski tidak ditemukan hotspot di Riau, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika kondisi cuaca kering dan vegetasi mudah terbakar.
Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan. Jika mengalami gangguan pernapasan atau iritasi, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.