PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai merumuskan berbagai strategi untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 berjalan aman, nyaman, serta terbebas dari gangguan distribusi kebutuhan pokok maupun ancaman bencana.
Hal itu menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, Rabu (3/12/2025).
Dalam rapat tersebut, Agung menegaskan, pengendalian harga kebutuhan pokok menjadi salah satu prioritas.
Mengingat mobilitas masyarakat meningkat menjelang akhir tahun, pemerintah perlu memastikan pasokan tetap stabil agar tidak terjadi gejolak di pasaran.
"Perayaan Nataru adalah agenda besar yang tidak boleh kita anggap biasa. Kita harus memastikan arus mudik berjalan lancar, kebutuhan pokok tercukupi, dan harga tetap terjaga," tegasnya.
Koordinasi dengan lintas instansi juga diperkuat untuk mengawasi distribusi bahan pangan, mencegah penimbunan, serta menjaga kelancaran arus logistik terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Menurut Agung, upaya tersebut penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan Nataru.
Selain fokus pada stabilitas harga, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan langkah antisipasi dini terhadap potensi banjir.
Kenaikan debit air dari hulu Sungai Kampar diprediksi bisa terjadi sewaktu-waktu jika curah hujan tinggi melanda wilayah Riau.
Pemerintah memastikan seluruh perangkat terkait bergerak cepat dalam pemetaan titik rawan dan penguatan mitigasi.
"Kita persiapkan skema antisipasi jika intensitas hujan naik dan aliran dari Kampar meningkat. Semua harus ditangani sejak dini agar tidak menimbulkan dampak besar," ujarnya.
Tak hanya itu, kondisi cuaca ekstrem yang memicu bencana di sejumlah wilayah Sumatera juga menjadi perhatian.
Sebagai bentuk solidaritas, Pemko dan Forkopimda turut menginisiasi penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak.
"Cuaca masih belum stabil, dan saudara-saudara kita di daerah tetangga sedang mengalami musibah. Karena itu, kita menggalang donasi untuk membantu mereka," jelasnya.
Seluruh jajaran Forkopimda, termasuk TNI, Polri, kejaksaan dan aparat pemerintah daerah, siap memperkuat kerja sama dan koordinasi guna menjaga stabilitas keamanan selama masa perayaan.
"TNI, Polri, Kejaksaan, dan seluruh jajaran pemerintah bergerak bersama. Kita berkomitmen meningkatkan kesiapan menghadapi bencana maupun kondisi darurat lainnya," tutupnya.