PEKANBARU – Menjelang perayaan Imlek 2026, Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah (RPB) kembali menggencarkan Operasi Pasar Murah guna menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah.
Pada Rabu, 11 Februari 2026, pasar murah digelar di depan SMP Negeri 30, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Kegiatan ini akan berlanjut pada Kamis, 12 Februari di halaman Kantor Lurah Rintis, Kecamatan Lima Puluh, dan Jumat, 13 Februari di halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menegaskan bahwa operasi pasar murah merupakan langkah konkret yang efektif untuk mengendalikan inflasi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
"Sesuai arahan Plt Gubernur Riau, Bapak SF Hariyanto, dalam menghadapi HBKN kita diminta memastikan stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi. Prinsipnya sederhana, jika pasokan tersedia banyak di pasaran maka harga akan stabil. Itu tujuan utama operasi pasar murah ini,” ujar Ade, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, intensitas operasi pasar akan semakin ditingkatkan menjelang Ramadan dan Idulfitri, mengingat kebutuhan masyarakat yang biasanya melonjak signifikan.
Sejumlah komoditas menjadi incaran utama warga, di antaranya minyak goreng, beras, dan gula pasir. Tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia memberlakukan pembatasan pembelian agar distribusi merata. Untuk minyak goreng, pembelian dibatasi maksimal empat liter per orang.
Selain memastikan ketersediaan bahan pokok utama, RPB juga mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas penyumbang inflasi seperti cabai merah dan bawang merah. Mengingat sebagian daerah pemasok di Sumatera Utara dan Sumatera Barat terdampak bencana alam, koordinasi dilakukan dengan sentra produksi di Pulau Jawa. Cabai merah dipasok dari Jawa Tengah, sementara bawang merah didatangkan dari Brebes.
Harga bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar murah berada di bawah harga pasar karena mendapat subsidi. Beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kilogram. Beras Anak Daro dan Sokan masing-masing Rp162.000 per 10 kilogram atau Rp81.000 per 5 kilogram. Gula pasir Rp17.000 per kilogram, minyak goreng Salvaco Rp21.000 per liter, Palmco Rp16.000 per bungkus, serta Minyakita Rp15.500 per bungkus.
Komoditas lainnya antara lain garam Krista Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, serta tepung tapioka Rp8.000 per bungkus. Untuk cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, dan telur ayam, harga disesuaikan dengan kondisi petani dan dinamika pasar harian.
Setiap lokasi operasi pasar disiapkan pasokan cukup, meliputi 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 500 kilogram beras SPHP, serta masing-masing 40 karung beras Anak Daro dan Sokan untuk kemasan 10 kilogram dan 5 kilogram. Telur ayam disediakan sekitar 50 papan per lokasi, lengkap dengan cabai merah dan bawang merah.
Operasi pasar murah dimulai pukul 08.00 WIB. Masyarakat diimbau datang sesuai jadwal, mengantre dengan tertib, serta membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan harga pangan tetap terkendali menjelang momen hari besar.