PEKANBARU - Tradisi Petang Megang digelar pada Rabu, 18 Februari 2026, di tepian Sungai Siak. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, rekayasa lalu lintas diberlakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga rangkaian acara berakhir, dengan pengamanan dipusatkan di sekitar Jembatan Siak III serta sejumlah ruas jalan protokol.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, menyampaikan bahwa pengalihan arus dilakukan guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang mengikuti tradisi tahunan tersebut.
Arus kendaraan dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Senapelan akan diatur secara situasional. Jika terjadi kepadatan, petugas akan mengalihkan arus ke Jalan Riau. Sementara kendaraan dari arah Jembatan Siak III diarahkan lurus menuju Jalan Panglima Undan, dan arus dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Yos Sudarso juga dialihkan ke Jalan Riau sebagai langkah antisipasi kemacetan.
Masyarakat diimbau tidak berhenti atau berkerumun di atas Jembatan Siak III karena berisiko mengganggu arus lalu lintas. Aparat telah menyiapkan patroli untuk melakukan pengawasan di sepanjang jembatan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Tradisi Petang Megang tahun ini dipusatkan di halaman Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan. Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Ashar berjamaah di Masjid Raya Pekanbaru, kemudian dilanjutkan ziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru di kompleks masjid tersebut.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Walikota Markarius Anwar dijadwalkan mengikuti ziarah sebelum menuju lokasi utama kegiatan di tepian Sungai Siak.
Petang Megang merupakan tradisi masyarakat Melayu yang dimaknai sebagai bentuk penyucian diri sekaligus mempererat kebersamaan dalam menyambut Ramadan. Tradisi ini hingga kini tetap dilestarikan oleh masyarakat Pekanbaru.