PEKANBARU – Pemko Pekanbaru mendorong penamaan gerbang tol dalam kota menggunakan nama tokoh pendiri daerah sebagai bentuk penghormatan sejarah sekaligus upaya memperkuat identitas kota di tengah pembangunan infrastruktur besar.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menyampaikan gagasan tersebut setelah meninjau langsung progres pembangunan ruas tol Palas–Muara Fajar bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pekan lalu.
Dalam kunjungan lapangan, pemerintah memastikan hambatan teknis yang muncul bisa segera diselesaikan bersama pihak pengembang proyek.
“Saya bersama jajaran OPD terkait meninjau langsung progres pembangunan jalan tol di ruas Palas dan Muara Fajar. Kami turun langsung agar setiap kendala teknis di lapangan bisa langsung didiskusikan solusinya bersama pengembang,” ujar Agung, Minggu (5/4/2025).
Menurutnya, proyek jalan tol ini menjadi salah satu infrastruktur strategis yang sangat dinanti masyarakat karena akan berdampak luas pada mobilitas dan pertumbuhan ekonomi.
“Kehadiran jalan tol ini adalah proyek strategis yang sangat kita tunggu, karena dampaknya akan sangat besar untuk mempermudah mobilitas warga dan membuka peluang ekonomi baru di wilayah sekitar,” katanya.
Selain mengecek progres pembangunan, pemerintah juga meninjau lokasi gerbang tol dalam kota.
Dari kunjungan tersebut muncul gagasan untuk menamai gerbang tol dengan nama pendiri Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah.
“Pintu tol ini kita usulkan diberi nama pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah. Mudah-mudahan ini menjadi legacy,” jelas Agung.
Langkah ini dinilai sebagai simbol penghormatan sejarah sekaligus edukasi publik agar masyarakat semakin mengenal tokoh pendiri daerah.
Tidak berhenti pada penamaan gerbang tol, Pemko Pekanbaru juga berencana mengusulkan tokoh pendiri kota tersebut sebagai pahlawan nasional.
“Kita juga akan mengusulkan pendiri Kota Pekanbaru menjadi pahlawan nasional. Mudah-mudahan ini berjalan dengan baik. Kita doakan bersama,” ujarnya.
Gerbang tol dalam kota Pekanbaru nantinya diharapkan mempercepat konektivitas menuju ruas tol lanjutan sekaligus memudahkan pergerakan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini memberi akses cepat bagi masyarakat untuk menuju pintu tol berikutnya dan menyambung ke ruas tol selanjutnya,” tutup Agung.
Sebagai informasi, ruas Tol Pekanbaru–Dumai merupakan bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra yang menghubungkan pusat ekonomi di Riau serta mempercepat distribusi logistik dan mobilitas antarwilayah.