PEKANBARU - Pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil positif sejak awal 2025. Kondisi sebelumnya sempat terjadi penumpukan, terutama pada awal tahun, kini berangsur terkendali dan tidak lagi terjadi secara luas.
Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengungkapkan pada tahun-tahun sebelumnya, kota ini sempat menghadapi situasi darurat sampah, khususnya dalam periode Januari hingga Maret. Namun, sejak kepemimpinan Walikota Agung Nugroho bersama dirinya, penanganan sampah dinilai semakin membaik.
"Sejak Januari hingga sekarang, pengelolaan sampah jauh lebih baik. Penumpukan besar seperti sebelumnya sudah tidak ada, meskipun masih ada beberapa titik yang belum tertib," ujarnya.
Ia mengakui masih ada oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di akses menuju Terminal Bandar Raya Payung Sekaki, di mana sampah kembali menumpuk setiap pagi.
Menurutnya, laporan yang diterima menyebutkan sudah terdapat dua truk sampah yang terkumpul di lokasi tersebut. Jika tidak segera ditangani, volume sampah dikhawatirkan terus bertambah.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Pekanbaru langsung mengambil langkah dengan mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan razia di kawasan tersebut. Penertiban dilakukan guna menekan pembuangan sampah sembarangan.
Pemko Pekanbaru juga berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Karena, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh warga.
"Kami harap tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah di sana. Kedisiplinan bersama menjadi kunci agar kota tetap bersih," tutupnya.