PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dengan melibatkan sektor swasta tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Di bawah kepemimpinan Walikota Agung Nugroho bersama Wakil Walikota Markarius Anwar, pendekatan pembangunan kini menitikberatkan pada kolaborasi sukarela dengan badan usaha.
Agung menegaskan, pola kerja sama tersebut dilakukan tanpa unsur paksaan maupun pungutan dari pemerintah daerah.
“Kolaborasi ini berjalan secara sukarela. Paradigma pembangunan kita saat ini sudah berbeda,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, keterlibatan pihak swasta justru semakin meningkat seiring optimalisasi pemanfaatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk sektor prioritas, seperti perbaikan jalan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Ia menyebut, kondisi tersebut mendorong kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan kota.
“Badan usaha kini justru berlomba-lomba berpartisipasi tanpa ada unsur pemaksaan. Pemerintah juga tidak menerima dana, tetapi memberikan ruang bagi mereka untuk langsung membangun,” jelasnya.
Sejumlah proyek yang telah terealisasi melalui skema kolaborasi ini di antaranya pembangunan halte Bus Trans Metro Pekanbaru di berbagai ruas jalan, taman di kawasan Simpang Sebidang Jalan Arifin Ahmad, bundaran dan air mancur di depan Mal Pekanbaru Sudirman, hingga taman di bawah Jembatan Leighton I.
Pemerintah kota berharap pola kemitraan tersebut dapat terus diperluas guna mempercepat pembangunan, sekaligus memungkinkan APBD difokuskan pada program-program prioritas lainnya.(*)