PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan total 41 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Rabu (15/4/2026).
Sebaran titik panas ini menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diwaspadai.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris menyebutkan, jumlah hotspot tersebar di sejumlah provinsi dengan konsentrasi terbanyak berada di Jambi.
“Total hotspot wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 41 titik,” ujar Alfa Nataris.
Berdasarkan pemantauan satelit BMKG, berikut rincian distribusi hotspot di Pulau Sumatera, yakni Aceh 4 titik, Jambi 15 titik, Sumatera Barat 9 titik, Sumatera Selatan 1 titik, Kepulauan Bangka Belitung 8 titik, Kepulauan Riau 1 titik, Riau 3 titik.
Dominasi hotspot di Jambi dan Sumatera Barat menunjukkan potensi peningkatan risiko kebakaran di wilayah tersebut, terutama pada lahan gambut dan area rawan kekeringan.
Untuk Provinsi Riau, BMKG mencatat 3 titik panas yang tersebar di dua kabupaten, yakni Kampar 2 titik dan Siak 1 titik.
Meskipun jumlahnya relatif kecil dibanding provinsi lain, keberadaan hotspot tetap menjadi sinyal peringatan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Hotspot merupakan indikator suhu permukaan tinggi yang berpotensi mengarah pada kebakaran hutan dan lahan jika tidak segera ditindaklanjuti dengan patroli dan verifikasi lapangan.