PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera menunjukkan penurunan signifikan pada Sabtu (11/4/2026). Data terbaru dari BMKG mengungkap total hotspot kini tinggal 19 titik yang tersebar di beberapa provinsi.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menegaskan, tren penurunan ini menjadi sinyal positif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini jauh menurun, hanya tersisa 19 titik,” ujar Yasir di Pekanbaru.
Berdasarkan pemantauan satelit, distribusi hotspot tersebar di sejumlah wilayah, yakni Aceh 1 titik, Jambi 10 titik, Sumatera Barat 3 titik, Sumatera Utara 1 titik, Kepulauan Bangka Belitung 1 titik, Lampung 2 titik dan Riau 1 titik di Kabupaten Pelalawan.
Dominasi hotspot di Jambi menunjukkan wilayah tersebut masih menjadi area dengan aktivitas panas terbanyak hari ini.
Penurunan hotspot dinilai sebagai indikasi membaiknya kondisi cuaca serta meningkatnya upaya mitigasi di berbagai daerah.
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi cuaca di Sumatera masih berpotensi memicu kebakaran lahan pada periode tertentu.
BMKG menilai pemantauan harian tetap krusial agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih dini, terutama di wilayah yang sebelumnya menjadi langganan karhutla.