PEKANBARU - Peta titik panas di Pulau Sumatera kembali didominasi Provinsi Riau. Data terbaru menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius, terutama di Kabupaten Bengkalis yang mencatat angka paling tinggi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengungkapkan, total hotspot Sumatera hari ini mencapai 65 titik, yang tersebar di beberapa provinsi dengan konsentrasi terbesar berada di Riau.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini ada 65 titik,” ujar Yasir.
Berdasarkan pemantauan satelit, distribusi titik panas pada Selasa (7/4/2026) meliputi Aceh 3 titik, Sumatera Utara 1 titik, Kepulauan Riau 13 titik, Sumatera Selatan 2 titik dan Riau 46 titik.
Jumlah di Riau menyumbang lebih dari 70 persen total hotspot Sumatera, menandakan wilayah ini menjadi area paling rawan saat ini.
Dari 46 hotspot di Riau, hampir seluruhnya terkonsentrasi di satu daerah. Kabupaten Bengkalis mencatat 45 titik, sementara Kabupaten Pelalawan hanya satu titik.
Kondisi ini memperlihatkan Bengkalis berada pada status kewaspadaan tinggi terhadap potensi kebakaran lahan.
“Sebaran hotspot di Riau didominasi Kabupaten Bengkalis dengan 45 titik, sedangkan Pelalawan terdeteksi satu titik,” jelas Yasir.
Lonjakan hotspot biasanya menjadi indikator awal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
Situasi ini menuntut kesiapsiagaan lintas sektor, terutama menjelang periode cuaca yang cenderung kering.
Peningkatan titik panas juga berpotensi berdampak pada kualitas udara, aktivitas masyarakat, hingga sektor transportasi jika tidak ditangani cepat.