PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan terkait distribusi minyak goreng subsidi Minyakita.
Langkah ini diambil setelah muncul laporan dan keluhan masyarakat mengenai kelangkaan Minyakita di sejumlah wilayah. Pemko ingin memastikan distribusi berjalan normal tanpa adanya penimbunan atau penyimpangan.
"Kita akan turun mengecek lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik pengumpulan," ujar Agung, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, pengawasan akan difokuskan pada titik-titik pengepul untuk memastikan stok tetap tersedia dan distribusi sesuai aturan. Selain itu, langkah ini juga dilakukan sebagai respons atas isu kenaikan harga minyak goreng subsidi di pasaran.
Pemko Pekanbaru juga menggandeng pihak kepolisian dan TNI dalam mengawasi distribusi Minyakita. Upaya ini dilakukan untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan kondisi kelangkaan demi meraup keuntungan.
Sementara itu, kelangkaan Minyakita di lapangan mulai berdampak pada harga jual. Sejumlah pedagang diketahui menjual Minyakita hingga Rp17.000 per liter, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Agung turut mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi kelangkaan atau penimbunan Minyakita di lingkungan masing-masing.
"Kami harap masyarakat bisa memberikan informasi jika menemukan adanya kelangkaan stok Minyakita," tutupnya.