PEKANBARU - Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kota Pekanbaru kembali berlangsung secara tatap muka terbatas (PTM), Kamis (10/9/2026). Kebijakan ini diberlakukan setelah sebelumnya para siswa harus mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring akibat kualitas udara yang tidak sehat yang dipicu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski kembali belajar di sekolah, aktivitas siswa belum sepenuhnya normal. Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mewajibkan seluruh warga sekolah mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Kegiatan di luar ruangan juga dibatasi untuk mengurangi paparan asap.
”Seluruh warga sekolah wajib menggunakan masker. Kemudian kegiatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas dan aktivitas di luar ruangan dibatasi,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Kamis (10/9).
Pantauan media di SDN 48 Pekanbaru Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukitraya, SDN 191 Pekanbaru Jalan Purwodadi, Kecamatan Tuah Madani, SMP Negeri 22 Pekanbaru Jalan Sidodadi, Kecamatan Bukitraya, serta SMP Negeri 42 Pekanbaru di Kecamatan Tuah Madani, menunjukkan kegiatan belajar mengajar telah kembali berjalan.
Para siswa mengikuti pelajaran seperti biasa di dalam kelas. Masker tetap terpasang di wajah mereka sebagai bagian dari upaya perlindungan di tengah kondisi udara yang masih terdampak kabut asap.
Bagi para siswa, kembalinya pembelajaran tatap muka menjadi kabar menggembirakan. Mereka kembali bisa bertemu dan belajar bersama teman-teman setelah sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Aisyabilla Putri, murid SDN 48 Pekanbaru, mengaku lebih senang belajar di sekolah dibandingkan mengikuti pembelajaran dari rumah.
”Senang bisa sekolah lagi. Kalau di rumah sekolahnya bosan, tidak ada teman. Tidak boleh keluar rumah juga karena udara Pekanbaru masih banyak asap. Semoga tidak ada lagi asap di Pekanbaru agar kami bisa tetap sekolah dan bertemu dengan teman-teman,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 22 Pekanbaru Murita SPd mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas tidak mengubah jam masuk maupun jam pulang siswa. Perubahan lebih difokuskan pada pembatasan kegiatan di luar kelas.
”Kalau jam pulang masuk masih sama. Hanya saja selama PTM terbatas ini kami mengajak pelajar untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan mengganti pembelajaran dari sebelumnya olahraga bersama kini menjadi mengaji bersama di dalam kelas. Kalau untuk jam pulang tentu kami melihat kondisi di lapangan. Jika kondisi cuaca cukup pekat dengan kabut maka kami akan berkoordinasi dengan dinas agar mengulang anak dengan cepat. Tapi hari ini (Kamis, red) semuanya masih sama hanya aktifitas diluar ruangan saja yang dibatasi,” katanya.
Pihak sekolah berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan belajar dapat kembali berjalan normal. Terlebih, para siswa akan menghadapi ujian tengah semester ganjil dalam beberapa bulan mendatang.
”Tentunya kami berharap kabut asap ini segera berakhir, dan anak-anak bisa maksimal menerima materi pelajaran karena sebentar lagi kita akan menjalani ujian tengah semester,” tuturnya.
Kembalinya PTM terbatas menjadi angin segar bagi siswa dan guru di Pekanbaru. Namun, di tengah ancaman kabut asap, penerapan protokol kesehatan dan pembatasan aktivitas luar ruangan masih menjadi perhatian utama agar proses belajar tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan warga sekolah.