PEKANBARU – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, telah berdampak pada 11.707 kasus gangguan kesehatan hingga 10 Oktober 2026.
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendominasi dengan 9.816 kasus, atau sekitar 83,8 persen dari total kasus yang tercatat.
Data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru itu menjadi peringatan atas besarnya risiko kesehatan akibat paparan polusi udara, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki penyakit pernapasan.
Kadiskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi kasus yang dihimpun sejak 25 Agustus 2026, setelah status siaga darurat kebakaran lahan ditetapkan di Kota Pekanbaru.
"Sampai hari ini sudah 11.707 orang ya total kumulatif kasus," kata Hazli, Selasa (13/10/2026).
Selain ISPA, Diskes mencatat 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, dan 328 kasus konjungtivitis atau iritasi mata. Data tersebut dikumpulkan dari 21 puskesmas dan 30 rumah sakit di Pekanbaru.
Besarnya jumlah kasus ISPA menunjukkan gangguan pernapasan menjadi persoalan kesehatan utama di tengah paparan kabut asap.
Kondisi ini membutuhkan penanganan medis yang memadai sekaligus perlindungan masyarakat dari sumber paparan polusi.
Untuk mengantisipasi peningkatan keluhan kesehatan, Pemko Pekanbaru memperkuat pelayanan di fasilitas kesehatan.
Puskesmas disiagakan dengan obat-obatan, tabung oksigen, serta peralatan medis untuk menangani ISPA dan gangguan kesehatan lainnya.
Jam pelayanan puskesmas juga diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB. Pelayanan tetap tersedia pada Sabtu dan Minggu agar masyarakat yang mengalami keluhan dapat segera menjalani pemeriksaan.
Diskes turut menggencarkan edukasi kesehatan melalui 21 puskesmas. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk.
"Kalaupun harus terpaksa beraktivitas di luar ruangan, terus pakai masker," pungkasnya.
Masyarakat juga diminta menutup pintu, jendela, dan ventilasi ketika asap masuk ke lingkungan permukiman untuk mengurangi paparan polusi di dalam rumah.
Di tengah dampak kesehatan yang terus menjadi perhatian, Diskes Pekanbaru juga membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Hazli menyebutkan persediaan masker masih mencukupi dan warga dapat mengambilnya di puskesmas terdekat.
Diskes turut mengajak perusahaan besar dan korporasi di Pekanbaru berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), terutama dengan menyediakan bantuan masker.
Bantuan dapat disalurkan melalui Pemko Pekanbaru atau Diskes maupun diberikan langsung kepada masyarakat.
Namun, upaya pembagian masker dan penguatan layanan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan pengendalian sumber polusi.