PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat langkah antisipasi dan penanganan banjir menjelang meningkatnya intensitas hujan pada penghujung 2026.
Sejumlah upaya dilakukan secara terpadu, mulai dari membersihkan saluran drainase, mempercepat pembangunan dan normalisasi parit, hingga melakukan pengerukan sungai di kawasan yang berpotensi menimbulkan genangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu cukup lama.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Walikota Markarius Anwar mendorong seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika banjir terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan sebelum hujan lebat datang.
Aktifkan Tim Lestari, Bersihkan Drainase dan Petakan Titik Rawan
Salah satu langkah yang diperkuat Pemko Pekanbaru adalah mengaktifkan Tim Lestari di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Tim tersebut diarahkan untuk melakukan pembersihan parit dan saluran drainase, mengangkat sampah, menangani pendangkalan, serta membuka saluran air yang tersumbat.
Wakil Walikota Markarius Anwar juga meminta camat dan lurah memetakan kawasan yang selama ini rawan mengalami banjir dan genangan. Pemetaan tersebut diperlukan agar penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan peralatan khusus atau penanganan teknis, pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Melalui koordinasi tersebut, persoalan drainase diharapkan dapat ditangani lebih cepat dan tidak hanya mengandalkan kegiatan pembersihan secara manual.

Perkuat Infrastruktur dan Personel hingga Kecamatan
Selain pencegahan melalui pembersihan saluran, Pemko Pekanbaru juga mempercepat pembenahan infrastruktur drainase di sejumlah kawasan.
Walikota Agung Nugroho mendorong penguatan personel operasi dan pemeliharaan, termasuk Pasukan Kuning, agar penanganan persoalan drainase dapat dilakukan lebih dekat dengan lokasi yang membutuhkan.
Pemko juga merencanakan dukungan alat berat di kecamatan tertentu yang memiliki kebutuhan penanganan cukup tinggi. Langkah ini diharapkan mempercepat normalisasi saluran dan mengatasi pendangkalan yang menghambat aliran air.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian penanganan antara lain Kecamatan Bukit Raya, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Rumbai, dan Tenayan Raya.
Pekerjaan pembangunan dan pembenahan drainase juga dilakukan di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Paus, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Suka Karya, Jalan Darma Bakti, Jalan Embun Pagi, dan Jalan Srikandi.
Berdasarkan perkembangan pekerjaan yang diberitakan pada Oktober 2026, penanganan di enam ruas tersebut ditargetkan selesai sesuai kontrak pada Desember 2026.
Pembangunan dan normalisasi drainase menjadi bagian penting dalam mengurangi genangan, karena kapasitas saluran yang memadai dibutuhkan untuk mengalirkan air hujan menuju saluran pembuangan dan sungai.
Normalisasi Sungai Sail, Kerahkan Excavator Amfibi
Penanganan banjir juga dilakukan melalui pembenahan aliran sungai. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan Pemko Pekanbaru adalah normalisasi Sungai Sail dengan menggunakan excavator amfibi milik Dinas PUPR.
Pengerukan dilakukan untuk mengangkat endapan pasir dan tanah yang menghambat aliran air. Dalam pemberitaan Juli 2026, pekerjaan difokuskan di kawasan Parit Indah, Kecamatan Bukit Raya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Pemko Pekanbaru melalui Dinas PUPR dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III.

Normalisasi sungai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran dan mengurangi hambatan air, terutama saat curah hujan tinggi.
Kolaborasi dengan pemerintah pusat melalui BWS Sumatera III juga menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan sungai yang membutuhkan dukungan teknis dan koordinasi lintas kewenangan.
Selain pengerukan, pemeliharaan aliran sungai dan saluran drainase perlu dilakukan secara berkelanjutan agar hasil pekerjaan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pencegahan Banjir Membutuhkan Peran Bersama
Pemko Pekanbaru menyadari bahwa persoalan banjir tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan fisik. Kesiapan petugas, pemeliharaan saluran, koordinasi antarlembaga, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penanganannya.
Karena itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah ke parit, drainase, maupun sungai. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya genangan ketika hujan deras.
Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan saluran tersumbat, kerusakan drainase, atau kondisi sungai yang membutuhkan penanganan.
Di sisi lain, evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan perlu terus diperkuat. Indikator keberhasilan penanganan banjir antara lain berkurangnya titik genangan, semakin cepatnya air surut setelah hujan, meningkatnya kelancaran aliran drainase, serta berkurangnya laporan banjir dari masyarakat.

Siaga Sebelum Hujan, Bergerak Saat Dibutuhkan
Berbagai langkah yang dilakukan Pemko Pekanbaru menunjukkan bahwa penanganan banjir membutuhkan strategi yang menyeluruh. Pembersihan drainase merupakan langkah pencegahan, pembangunan saluran menjadi penguatan infrastruktur, sedangkan normalisasi sungai membantu menjaga kelancaran aliran air.
Ketiga upaya tersebut perlu berjalan beriringan dan dilaksanakan secara konsisten, terutama menjelang periode dengan intensitas hujan yang meningkat.
Pemko Pekanbaru berharap penguatan koordinasi seluruh perangkat daerah, kesiapan petugas lapangan, serta dukungan masyarakat dapat membantu mengurangi risiko banjir dan dampaknya terhadap aktivitas warga.
Antisipasi banjir bukan sekadar pekerjaan ketika air mulai menggenangi jalan dan permukiman. Pencegahan harus dimulai lebih awal, dilakukan secara berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Pekanbaru yang lebih aman dan nyaman menghadapi musim hujan.(adv)