PELALAWAN — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 50+700, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu malam (20/7/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Insiden tragis yang melibatkan tiga kendaraan ini merenggut lima nyawa dan mengakibatkan tiga orang lainnya luka-luka.
Kapolres Pelalawan AKBP Jonh Louis Letedara melalui Kasat Lantas AKP Enggarani Laufria membenarkan kecelakaan ini. Pihaknya mencatat tiga orang tewas di lokasi kejadian dan dua lainnya meninggal di rumah sakit.
"Total ada lima orang meninggal dunia dan tiga luka-luka. Saat ini penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kami telah menurunkan tim gabungan dari Unit Laka Lantas dan Polda Riau untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan," ujar AKP Enggarani.
Identitas korban tewas dan luka-luka, yaitu:
- Khairul (49), pengemudi mobil travel Grand Max, warga Desa Bawang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
- Dedi Hermanto (28), warga Pasaman, Sumbar.
- Yasrul (42), warga Pariaman, Sumbar.
- Annisa Putri (19), warga Padang Pariaman, Sumbar.
- Putri Novia Safriani (26), warga Padang Pariaman, Sumbar.
- Asyiva Yulia (24), warga Sumbar (luka berat)
- Erik Gunawan (31), warga Pariaman Utara, Kabupaten Pariaman, Sumbar (luka berat).
- Selamat, pengemudi Hino Truck Balak (luka ringan).
- Sopya Tus Suhada (24) (luka ringan).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat Truk Tronton Nissan BH 8241 HN yang dikemudikan Tri Ali Darto berhenti di bahu jalan karena kehabisan bahan bakar di tanjakan.
Tak lama kemudian, Truk Hino Balak BM 9887 AV** yang dikemudikan Selamat hendak mendahului namun tidak kuat menanjak. Truk tersebut malah mundur dan menabrak sisi kanan Tronton Nissan.
Dalam waktu bersamaan, dari arah belakang, datang Daihatsu Grand Max D 1239 ZB yang dikemudikan Khairul. Grand Max tak mampu menghindar hingga menabrak bagian belakang Truk Hino Balak. Benturan keras membuat Grand Max terseret dan terperosok ke dalam jurang di sisi kiri jalan.
Akibat tabrakan beruntun ini, Grand Max ringsek parah, mengakibatkan tiga penumpangnya tewas di tempat. Sementara dua korban lainnya meninggal dalam perawatan di RSUD Selasih Pelalawan.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan parah pada ketiga kendaraan yang terlibat dengan estimasi kerugian mencapai Rp50 juta.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi-saksi,” tambah Kasat Lantas.
Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kombinasi kehabisan bensin pada truk Tronton dan rem blong pada Truk Hino Balak. Namun kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau pengemudi untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan, terutama rem dan bahan bakar sebelum perjalanan. Selain itu, kewaspadaan harus ditingkatkan saat melintas di malam hari, terlebih di jalur tanpa penerangan dan di medan yang menanjak.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan diri maupun penumpang. Kecelakaan seperti ini jangan sampai terulang," tegas AKP Enggarani.
Penulis: Andy
Editor: Riki