PELALAWAN - Penurunan debit air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir.
Meski tren air menunjukkan penyusutan signifikan hingga 20 sentimeter dalam 4 hari, dampak banjir masih dirasakan masyarakat karena sejumlah akses jalan vital belum bisa dilalui.
Data pemantauan BPBD Pelalawan mencatat, sejak Minggu (18/1/2026) elevasi Sungai Kampar mulai menurun dari kisaran 2,51 meter di atas batas normal.
Kondisi ini berlanjut pada Senin (19/1/2026) dengan penurunan 5 sentimeter menjadi 2,46 meter, lalu kembali menyusut 7 sentimeter pada Selasa (20/1/2026) ke angka 2,39 meter.
Pada Rabu (21/1/2026), debit air kembali turun 6 sentimeter sehingga tinggi muka air berada di level 2,33 meter.
Pengukuran dilakukan melalui alat pantau ketinggian air di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam.
Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan menjelaskan, penyusutan debit sungai dipengaruhi menurunnya intensitas hujan, baik di wilayah Pelalawan maupun daerah hulu Sungai Kampar.
“Penurunan debit air terjadi karena curah hujan sudah jauh berkurang, tidak sekuat minggu lalu,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di kawasan hulu yang berdampak langsung pada waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar. Debit air waduk tersebut dilaporkan terus mengalami penurunan.
“Hari ini kami akan kembali menggelar rapat dengan pengelola PLTA Koto Panjang terkait pengaturan pintu air yang sebelumnya dibuka 2x50. Elevasi air sudah jauh berkurang,” jelasnya.
Meski debit Sungai Kampar menunjukkan tren penurunan, banjir belum sepenuhnya surut. Sejumlah akses jalan antar desa masih terputus dan menghambat mobilitas warga.
Salah satunya adalah jalan penghubung Desa Sotol dan Desa Tambak di Kecamatan Langgam, yang telah terendam banjir selama lebih dari sepekan dengan ketinggian air lebih dari 50 sentimeter.
Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat belum bisa melintas. Untuk beraktivitas, warga terpaksa menggunakan transportasi air seperti sampan dan pompong.
Kondisi serupa juga terjadi di akses menuju Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Jalan penghubung dari Koridor PT RAPP masih terendam air setinggi 30 hingga 50 sentimeter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.
Selain itu, jalan dari Kelurahan Langgam menuju Dusun Muaro juga masih tergenang. Meski demikian, jalur ini masih bisa dilalui sepeda motor dan mobil dengan kehati-hatian.
Genangan air juga masih terlihat di areal SD Negeri 004 Muaro Sako, meskipun ketinggiannya dilaporkan sudah mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Mudah-mudahan kondisi ini segera membaik dan air terus surut seiring berkurangnya debit Sungai Kampar ke depan,” pungkasnya.