PELALAWAN – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, sebagian personel yang bertugas dalam operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan mulai meninggalkan lokasi untuk pulang kampung.
Langkah ini dilakukan setelah kondisi kebakaran dinilai relatif terkendali, meskipun proses pendinginan dan pemantauan masih terus berlangsung di sejumlah titik rawan.
Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan menjelaskan, sebagian petugas telah kembali karena tidak lagi ditemukan kobaran api besar di lapangan.
“Kondisi di lapangan memang sudah bisa ditinggalkan, karena api tidak ada yang besar lagi. Tapi tim masih ada tinggal di lokasi,” ujar Zulfan, Jumat (20/3/2026).
Selama hampir dua pekan terakhir, tim gabungan berjibaku memadamkan api di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, serta Desa Pulau Muda dan Gambut Mutiara di Kecamatan Teluk Meranti.
Saat ini, di Desa Merbau, operasi masih difokuskan pada pemadaman darat untuk menangani titik api kecil yang masih muncul.
Sementara itu, api utama telah berhasil dipadamkan dan dilakukan sekat bakar untuk mencegah penyebaran ke area lain.
Di wilayah Teluk Meranti, proses pendinginan masih terus dilakukan. Petugas menyasar titik asap yang berasal dari sisa bara di tunggul kayu, fenomena yang umum terjadi pada lahan gambut.
Zulfan menegaskan bahwa karakteristik lahan gambut membuat bara api sulit dipadamkan sepenuhnya tanpa proses pendinginan intensif.
“Sisa bara di tunggul kayu itu yang masih menimbulkan asap. Ini memang biasa terjadi di lahan gambut,” jelasnya.
Sebagian personel kini telah kembali ke daerah asal untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, tim inti tetap disiagakan di lokasi, termasuk regu pemadam dari perusahaan sekitar yang melanjutkan operasi.
Kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Hingga saat ini, hujan belum turun di wilayah terdampak.
Sebagai bentuk ikhtiar, petugas yang masih bertahan bahkan menggelar doa bersama di lokasi kebakaran.
“Hujan belum turun di lokasi sampai saat ini. Makanya personel yang tinggal menggelar salat istiqosah tadi di Merbau,” tambah Zulfan.
Perkembangan positif terlihat dari penurunan jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Pelalawan. Dari sebelumnya lebih dari 60 titik, kini tersisa sekitar 24 hotspot.
Sebaran titik panas tersebut berada di Kecamatan Teluk Meranti, Kerumutan, dan Kuala Kampar.
Penurunan ini menjadi indikator bahwa upaya pemadaman dan pendinginan yang dilakukan tim gabungan mulai menunjukkan hasil signifikan, meskipun kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca kering masih berlanjut.