www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Pelalawan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla
Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:40:58 WIB
Bupati Zukri saat memadamkan Karhutla beberapa waktu lalu (foto/Andy)
Bupati Zukri saat memadamkan Karhutla beberapa waktu lalu (foto/Andy)

PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menaikkan status bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2026 dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Status baru tersebut mulai diberlakukan Senin (24/8/2026) menyusul kondisi kebakaran yang semakin meluas dalam beberapa waktu terakhir.

Peningkatan status dilakukan setelah terjadi lonjakan hotspot atau titik panas dalam sepekan terakhir. Selain itu, luas lahan yang terbakar juga terus bertambah, terutama di kawasan gambut yang berada di Kecamatan Kerumutan dan Pangkalan Kerinci.

"Penetapan status tanggap darurat bencana Karhutla berlangsung selama 14 hari kedepan. Untuk mengoptimalkan penanggulangannya," ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan, Tengku Zulfan, Selasa (25/8/2026).

Sebelumnya, Pemkab Pelalawan telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla. Namun, kebakaran kembali terjadi secara signifikan dalam sebulan terakhir hingga menyebabkan ratusan hektare lahan gambut terbakar.

Kondisi tersebut juga memicu munculnya kabut asap di wilayah Pangkalan Kerinci dan sekitarnya. Berdasarkan penetapan terbaru, status tanggap darurat berlaku mulai 25 Agustus hingga 6 September 2026.

Dengan peningkatan status tersebut, upaya penanggulangan Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih maksimal dan efektif. Fokus utama diarahkan ke wilayah Kerumutan dan Pangkalan Kerinci yang hingga kini masih terdapat titik api.

"Ini sesuai dengan arahan Pak Bupati. Beliau memimpin langsung pemadaman api Karhutla di Desa Rantau Baru Pangkalan Kerinci sejak kemarin," terang Sekdakab Tengku Zulfan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si, mengatakan status tanggap darurat memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengerahkan seluruh sumber daya dalam menangani kebakaran.

Sumber daya yang dimiliki Pemkab Pelalawan akan dikonsentrasikan untuk mempercepat penanganan Karhutla, khususnya di Kerumutan dan Pangkalan Kerinci.

"Termasuk menggunakan Dana Siap Pakai atau DSP dalam percepatan penanggulangan Karhutla," beber Zulfan M.Si.

Selain mengoptimalkan sumber daya daerah, Pemkab Pelalawan juga memiliki peluang untuk meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah pusat. Bantuan dari pihak swasta dan berbagai stakeholder lainnya juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Tak hanya dari dalam negeri, pemerintah daerah juga membuka peluang menerima bantuan dari luar negeri untuk mempercepat penanggulangan bencana Karhutla.

"Demikian juga dengan bantuan dari luar negeri, juga bisa masuk ke kita. Artinya terbuka seluas-luasnya menerima bantuan dari manapun untuk penanggulangan Karhutla," tandasnya.

Dengan status tanggap darurat yang berlaku selama 14 hari, Pemkab Pelalawan kini memfokuskan seluruh upaya pada pemadaman api, pencegahan meluasnya kebakaran serta penanganan dampak kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat.

Sumber: tribunpekanbaru


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
 Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid (foto/int)DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru usai bantu penanganan Karhutla di Dayun (foto/int)Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru Usai Sepekan Padamkan Karhutla Siak
PWI Riau umumkan pemenang LKJ Raja Ali Kelana 2026, Fithriady Syam terbaik (foto/ist)PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKJ Raja Ali Kelana 2026
Kelapa sawit mitra plasma sepekan dihargai Rp3.976 per Kg (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Plasma Riau Turun Lagi, Tertinggi Rp3.976 per Kg
Ilustrasi BMKG prediksi asap mengintai Riau seharian (foto/int)Asap Mengintai Riau Seharian, Warga Diminta Tetap Waspada
  Kondisi kabut asap di Pekanbaru makin tebal (foto/Mimi)Kondisi Kabut Asap di Pekanbaru Makin Tebal dan Ganggu Jarak Pandang
Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal (foto/int)Karhutla Masih Jadi Perhatian, Riau Siagakan Helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca
Siswa di Pekanbaru kembali belajar secara daring akibat udara tidak sehat (foto/riki)PM2.5 Pekanbaru Tembus 143,4 µg/m³, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Ketua APHI Komda Riau, Muller Tampubolon.APHI Riau: Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Padamkan Karhutla Paling Efektif
Ilustrasi Karhutla masih menghantui wilayah Riau (foto/int)4.127 Titik Panas Kepung Sumatra, Riau Catat 96 Hotspot
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved