www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Ini Penyebab Udara Pelalawan Tetap Tidak Sehat Meski Hotspot Hanya Satu
Minggu, 13 September 2026 - 14:10:53 WIB
Kualitas udara di Kabupaten Pelalawan tidak sehat.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Kualitas udara di Kabupaten Pelalawan tidak sehat.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PELALAWAN - Kualitas udara di Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali memburuk pada Minggu (13/9/2026). Meski titik panas (hotspot) di wilayah itu hanya terdeteksi satu titik, kabut asap masih membuat konsentrasi partikulat udara berada pada level yang mengkhawatirkan.

Data pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan menunjukkan parameter PM2.5 mencapai angka 193, sedangkan PM10 berada di angka 162.

Keduanya masih berada dalam kategori tidak sehat dan sudah mendekati ambang level sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa membaiknya aktivitas kebakaran di dalam wilayah Pelalawan belum otomatis membuat kualitas udara kembali aman. Sebaran asap dari daerah lain menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan.

Kepala DLH Pelalawan Eko Novitra mengatakan kondisi ISPU pada hari ini kembali mengalami peningkatan setelah sehari sebelumnya sejumlah parameter sempat membaik.

"ISPU kita masih di level tidak sehat, tapi meningkat dari sebelumnya. Padahal sehari yang lalu sudah membaik semua parameter," kata Eko, Minggu (13/9/2026).

Dua parameter partikulat menjadi perhatian utama. PM10 tercatat 162, sementara PM2.5 mencapai 193.

PM2.5 patut menjadi perhatian karena partikelnya berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk lebih jauh ke dalam sistem pernapasan.

Dengan angka 193, parameter tersebut tinggal sedikit lagi menuju kategori sangat tidak sehat.

Sementara itu, konsentrasi PM10 juga berada pada angka tinggi, yakni 162.

"Kondisi ini dipengaruhi kabut asap. Padahal informasinya Karhutla di Pelalawan sudah padam," ujar Eko.

Di sisi lain, parameter sulfur dioksida (SO2) masih berada pada angka 34 dan masuk kategori baik. Parameter nitrogen dioksida (NO2) tercatat 38.

Perbedaan kondisi antaraparameter tersebut memperlihatkan bahwa persoalan utama kualitas udara Pelalawan saat ini lebih dominan pada konsentrasi partikulat yang berkaitan dengan asap dan pembakaran.

Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan menjelaskan, tingginya partikulat tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran besar di wilayah Pelalawan.

Menurut dia, kondisi tersebut juga dipengaruhi pergerakan angin yang membawa asap dari wilayah lain menuju Pelalawan.

Saat ini, angin bergerak dari arah selatan ke utara. Kondisi tersebut memungkinkan asap dari daerah di bagian selatan terbawa masuk dan memperburuk kualitas udara di Pelalawan.

"Karhutla di wilayah Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu sampai ke Pelalawan. Sebab hotspot kita hari ini cuma satu," pungkas Zulfan.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
 Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid (foto/int)DPRD Pekanbaru Masih Menunggu Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2026
Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru usai bantu penanganan Karhutla di Dayun (foto/int)Personel Satpol PP Riau Kembali ke Pekanbaru Usai Sepekan Padamkan Karhutla Siak
PWI Riau umumkan pemenang LKJ Raja Ali Kelana 2026, Fithriady Syam terbaik (foto/ist)PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKJ Raja Ali Kelana 2026
Kelapa sawit mitra plasma sepekan dihargai Rp3.976 per Kg (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Plasma Riau Turun Lagi, Tertinggi Rp3.976 per Kg
Ilustrasi BMKG prediksi asap mengintai Riau seharian (foto/int)Asap Mengintai Riau Seharian, Warga Diminta Tetap Waspada
  Kondisi kabut asap di Pekanbaru makin tebal (foto/Mimi)Kondisi Kabut Asap di Pekanbaru Makin Tebal dan Ganggu Jarak Pandang
Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal (foto/int)Karhutla Masih Jadi Perhatian, Riau Siagakan Helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca
Siswa di Pekanbaru kembali belajar secara daring akibat udara tidak sehat (foto/riki)PM2.5 Pekanbaru Tembus 143,4 µg/m³, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Ketua APHI Komda Riau, Muller Tampubolon.APHI Riau: Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Padamkan Karhutla Paling Efektif
Ilustrasi Karhutla masih menghantui wilayah Riau (foto/int)4.127 Titik Panas Kepung Sumatra, Riau Catat 96 Hotspot
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved