PEKANBARU – Rencana pelantikan 15 Kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau yang sebelumnya dijanjikan akan segera dilakukan hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, seluruh tahapan assessment telah rampung dan nama-nama pejabat sudah diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, sebelumnya menyatakan bahwa pelantikan akan digelar dalam waktu dekat. “Akan segera dilantik sehari dua hari ini,” ujar SF Hariyanto saat itu.
Namun, sepekan berlalu sejak pernyataan tersebut disampaikan, pelantikan belum juga dilakukan. Penundaan ini memunculkan tanda tanya, terutama di kalangan DPRD Riau yang mendesak agar kekosongan jabatan segera diisi untuk menjaga efektivitas roda pemerintahan.
Berdasarkan penelusuran, tertundanya pelantikan ternyata dipicu oleh belum adanya kesepakatan pada satu jabatan strategis, yakni Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Riau. Untuk posisi ini, tiga nama hasil seleksi telah diusulkan ke Mendagri, yakni Arief Ardian Nasution, Indrawansya, dan Renaldi.
Hingga kini, belum ada titik temu terkait siapa yang akan ditetapkan sebagai Sekwan DPRD Riau. Informasi yang beredar menyebutkan, nama Renaldi dinilai cukup kuat karena disebut-sebut mendapat dukungan dari pimpinan DPRD. Renaldi diketahui merupakan adik kandung mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh.
Di sisi lain, sejumlah fraksi di DPRD Riau juga mengusulkan nama lain di luar tiga besar yang diajukan ke Mendagri. Salah satu nama yang mencuat adalah Marto Syaputra, meski namanya tidak masuk dalam daftar hasil akhir seleksi.
Kondisi ini membuat Plt Gubernur Riau berada dalam posisi sulit. Pasalnya, jabatan Sekwan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kepentingan legislatif dan eksekutif di daerah.
Sementara itu, untuk 14 jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, seluruh nama disebut telah disepakati dan hanya menunggu prosesi pelantikan. Publik kini menanti kepastian waktu, agar kekosongan jabatan tidak berlarut dan pelayanan pemerintahan dapat berjalan optimal.