PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepastian tersebut disampaikan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, guna meredam kekhawatiran masyarakat terkait isu kelangkaan energi yang sempat beredar di media sosial.
Lonjakan konsumsi BBM biasanya terjadi menjelang musim mudik Lebaran. Namun, pemerintah daerah bersama pihak penyedia energi telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
SF Hariyanto menegaskan, informasi mengenai potensi kelangkaan BBM di Riau tidak benar dan masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.
“Ada isu mengenai stok BBM akan langka dan habis, itu tidak benar. Pemprov Riau memastikan ketersediaan pasokan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat hingga hari Lebaran nanti,” ujar SF Hariyanto, Jumat (7/3/2026).
Untuk memastikan pasokan energi tetap stabil, pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor.
Plt Gubernur telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau untuk menjalin komunikasi intensif dengan pihak Pertamina.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengiriman surat resmi hingga pemanggilan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) guna memperoleh laporan terkini terkait kondisi stok BBM di seluruh SPBU wilayah Riau.
“Sudah saya minta Pak Sekda untuk menyurati dan memanggil Pertamina mengenai update stok bahan bakar kita secara detail. Masyarakat tak perlu risau atau melakukan panic buying,” kata Hariyanto.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan hingga masa puncak arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idulfitri guna menjaga kelancaran distribusi energi selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah build up stock, yakni menambah cadangan BBM di berbagai terminal bahan bakar.
Kebijakan ini bertujuan mengantisipasi lonjakan konsumsi harian yang biasanya meningkat signifikan saat musim mudik.
Selain memperkuat stok, Pertamina juga memastikan kesiapan sarana distribusi, termasuk armada truk tangki serta operasional mesin pompa di SPBU.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran penyaluran energi di wilayah Sumatera Bagian Utara, khususnya Provinsi Riau, meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.
Pertamina juga memanfaatkan sistem digital untuk memantau kondisi stok BBM secara real-time.
Sistem ini memungkinkan pengawasan langsung terhadap ketersediaan bahan bakar di setiap titik distribusi.
Dengan teknologi tersebut, apabila terjadi penurunan stok di suatu wilayah, suplai tambahan dapat segera dikirim sebelum terjadi kekosongan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas energi nasional melalui sistem distribusi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.