PEKANBARU - Pemprov Riau terus memperkuat langkah persiapan penyaluran bantuan sapi dari Presiden untuk Tahun Anggaran 2026. Fokus utama saat ini adalah memastikan data calon penerima di seluruh kabupaten dan kota benar-benar akurat agar bantuan tepat sasaran.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi teknis yang digelar di Pekanbaru, Selasa (7/4/2026), dipimpin oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir. Pertemuan ini melibatkan seluruh perangkat daerah yang menangani sektor peternakan di Provinsi Riau.
Dalam arahannya, Mimi menekankan pentingnya sinkronisasi data sebagai fondasi utama keberhasilan program. Ia menyebutkan bahwa validitas data penerima harus dipastikan sejak awal, disertai kesiapan daerah dalam mengawal proses pengadaan hingga distribusi bantuan.
Selain itu, rapat juga membahas berbagai aspek teknis terkait kriteria sapi bantuan. Ternak yang akan disalurkan harus memenuhi standar bobot minimal dan dipastikan dalam kondisi sehat, termasuk bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Legalitas asal-usul ternak juga menjadi perhatian untuk menjamin keamanan dan kepastian hukum.
Dikutip dari MCRiau, pemerintah kabupaten dan kota didorong untuk aktif melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima. Langkah ini dinilai penting agar bantuan benar-benar diterima oleh peternak yang membutuhkan dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata.
Di sisi lain, Mimi juga mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi dalam setiap tahapan. Ia menegaskan bahwa kelengkapan dokumen harus dipersiapkan dengan baik guna menghindari potensi masalah hukum di kemudian hari.
Melalui penguatan koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Riau optimistis penyaluran bantuan sapi pada 2026 dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan peternak.