PEKANBARU - Pemprov Riau mengambil langkah tegas untuk menekan beban biaya pendidikan yang dirasakan orang tua siswa. Melalui Dinas Pendidikan, seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri diimbau agar tidak lagi menggelar acara perpisahan secara mewah di hotel, melainkan cukup dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kondisi saat ini yang menuntut efisiensi serta keprihatinan terhadap tingginya biaya tambahan yang kerap muncul saat musim kelulusan. Ia menilai, acara perpisahan seharusnya tidak menjadi ajang pemborosan yang justru memberatkan orang tua siswa.
"Kita minta sekolah untuk menggelar perpisahan di sekolah saja. Apalagi, kondisi saat ini mengalami efisiensi. Jangan lagi menambah beban orang tua," kata Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Jumat (17/4/2026).
Pemerintah juga tidak hanya sekadar mengimbau. Sekolah yang tetap melanggar akan dipanggil dan berpotensi mendapatkan sanksi dari Dinas Pendidikan sebagai bentuk penegakan aturan.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari orang tua terkait iuran perpisahan yang dinilai terlalu tinggi, terutama jika acara digelar di hotel dengan berbagai tambahan biaya seperti sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi.
Menariknya, banyak orang tua memilih diam meski merasa keberatan. Mereka khawatir menyampaikan protes justru memicu konflik dengan pihak sekolah atau komite.
Disdik Riau menilai, perpisahan sederhana di sekolah justru lebih bermakna secara emosional dan mampu mempererat kebersamaan siswa. Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan.
“Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orang tua siswa,” tegasnya dikutip dari MCRiau.
Pemerintah berharap seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah hingga komite dan MKKS, dapat mendukung kebijakan ini demi mencegah kegiatan perpisahan menjadi beban tambahan bagi orang tua.