PEKANBARU - Pemprov Riau terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), upaya ini diwujudkan lewat penyelenggaraan operasi pasar murah yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, menegaskan bahwa program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok.
"Pemprov Riau selalu mengupayakan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat," kata Tetty Nurdianti, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, operasi pasar murah tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar di tengah dinamika harga.
"Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan," katanya.
Pada pekan terakhir April, kegiatan pasar murah digelar selama empat hari. Penyesuaian ini dilakukan karena 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional.
"Pekan ini, digelar 4 hari. Karena 1 Mei jatuh pada Hari Buruh Internasional. Dan tadi pagi sudah digelar di Halaman Masjid Babusdalam Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru," kata Tetty.
Selanjutnya, pasar murah akan berlangsung pada Selasa (28/4) di Halaman Kantor Lurah Palas, Kecamatan Rumbai. Kemudian Rabu (29/4) di Halaman Kantor Lurah Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya.
"Sementara pada Kamis, 30 April akan digelar di Halaman Kantor Desa Minas Timur Kecamatan Minas Kabupaten Siak," ungkapnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara tertib serta memperhatikan waktu pelaksanaan yang dimulai pukul 08.30 WIB.
"Pasar murah akan digelar pada pukul 08.30 wib. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik," pungkasnya dikutip dari MCRiau.
Dalam operasi pasar murah ini, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, seperti beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram, beras Anak Daro dan Sokan Rp165.000 per 10 kilogram, serta Rp83.000 untuk kemasan 5 kilogram. Selain itu, gula dijual Rp18.500 per kilogram, Minyakita Rp15.500 per bungkus, garam mulai Rp2.000, dan tepung terigu Rp13.000 per bungkus. Sementara harga komoditas seperti cabai, bawang, kentang, dan telur menyesuaikan harga pasar dan petani.