PEKANBARU - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Riau menggelar rangkaian kegiatan strategis berupa Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis 2026 di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Mengusung tema "Membangun Pengusaha Muda yang Adaptif, Kolaboratif dan Bermarwah", forum ini dihadiri perwakilan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, jajaran pengurus BPD HIPMI Riau, BPC dari 12 kabupaten/kota, unsur pemerintah daerah, KADIN, hingga mitra strategis lainnya. Selain menjadi wadah menyerap aspirasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk menyelaraskan program kerja HIPMI dengan kebijakan pemerintah daerah.
Ketua Pelaksana Rakerda HIPMI Riau, Kharisman Risanda, menyebutkan kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah di Riau. Ia menambahkan, rangkaian acara juga disertai pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif mengikuti kegiatan.
Ketua Umum BPD HIPMI Riau, Migo Mufartha, menegaskan komitmen organisasinya dalam memperkuat ekonomi dari sektor akar rumput melalui penciptaan pelaku usaha baru.
"Selama kepengurusan kami tiga tahun ini kami mengkreasikan seribu UMKM baru agar roda ekonomi di bawah berputar. Ini yang terus kita upayakan agar terwujud," ujar Migo kepada halloriau di sela acara.
Ia menjelaskan, penguatan ekonomi di level bawah diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor menengah hingga besar secara berkelanjutan. Langkah ini juga dinilai sejalan dengan target nasional dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Ke depan HIPMI Riau akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah, tujuannya untuk menampung keresahan teman-teman di kabupaten dan memetakannya menjadi peluang," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua OKK BPP HIPMI, Tri Febrianto Damu, menyambut positif pelaksanaan Rakerda tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk memastikan seluruh pengurus memahami dan menjalankan program kerja organisasi secara kolektif. Apalagi dalam forum bisnis mengangkat topik "Mendorong pengusaha muda naik kelas serta strategi pembiayaan, digitalisasi, dan ekspansi bisnis".
"HIPMI merupakan mitra strategis pemerintah. Kolaborasi pemerintah daerah dan pengusaha ini harus terus berjalan. Apalagi pengusaha HIPMI ini sudah teruji," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Provinsi Riau melalui Sekdaprov Syahrial Abdi yang mewakili Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Ia menilai HIPMI memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan wirausaha muda.
“HIPMI memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia usaha dan kebijakan publik, sekaligus sebagai wadah lahirnya pengusaha muda yang inovatif dan berdaya saing. Ini yang kedepan harus bisa kita saling bersinergi dan kolaborasi. Kita harapkan juga HIPMI bisa menggaet investor untuk menanamkan investasinya ke Bumi Lancang Kuning karena wilayah provinsi kita sangat strategis bukan hanya di Sumatera tetapi juga Asia Tenggara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha guna menciptakan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Riau.