PEKANBARU - Langit Bumi Lancang Kuning perlahan kembali bersih. Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan tren penurunan yang sangat menggembirakan.
Berkat operasi gabungan yang masif, mulai dari pemadaman darat hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), luasan lahan terbakar berhasil ditekan drastis dari 100 hektare menjadi hanya 58 hektare.
Penurunan signifikan ini terlihat jelas dari data pantauan satelit terbaru. Titik panas (hotspot) dan titik api nyata (firespot) merosot tajam, membuktikan efektivitas sinergi antara Pemerintah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan masyarakat setempat.
"Alhamdulillah, kondisi Karhutla Riau hari ini jauh lebih membaik. Hotspot turun dari 62 titik menjadi 10 titik pada hari ini, sedangkan firespot turun dari 9 titik menjadi 6 titik," ungkap Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, Selasa (1/9/2026).
Meski angka di atas kertas sangat melegakan, Pemprov Riau menegaskan bahwa perang melawan karhutla belum sepenuhnya usai.
Tantangan terbesar kini beralih pada "ancaman tak kasat mata" yang bersembunyi di bawah permukaan lahan gambut.
Api di permukaan mungkin sudah padam, namun bara di kedalaman gambut bisa bertahan lama dan kembali berkobar jika tertiup angin atau suhu kembali memanas. Oleh karena itu, fase pendinginan (cooling) menjadi prioritas utama saat ini.
"Kita terus tuntaskan pemadaman dan pendinginannya. Terutama di Inhu jadi target kita, bukan hanya hotspot turun tetapi kita pastikan api dan bara di lahan gambut benar-benar mati, tidak kembali menyala," tegas SF Hariyanto.
Sebagai bentuk respons cepat, tim satgas darat terus melakukan verifikasi pada sisa 10 hotspot yang terdeteksi hari ini. Sebaran titik panas tersebut meliputi Inhu 5 titik, Pelalawan 2 titik, Bengkalis 2 titik dan Inhil 1 titik.
"Catatan kami, 2 hotspot di Pelalawan setelah kami lakukan verifikasi awal merupakan dari cerobong asap pabrik, bukan dari kebakaran hutan," papar Plt Gubernur.
Sementara itu, untuk 6 firespot yang masih tersisa, fokus pemadaman terberat kini berada di Inhu dengan 4 titik api.
Sedangkan 1 titik di Inhil dan 1 titik di Bengkalis saat ini sudah memasuki tahap pendinginan intensif.
Sebagai langkah antisipatif agar karhutla tidak kembali meluas, Pemprov Riau memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan terus disiagakan setiap hari.
"Jadi kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali," pungkasnya.