PEKANBARU - Mantan Gubernur Riau, Syamsuar memberikan pesan tegas namun bernuansa nasihat kepada Bupati Siak, Afni Zulkifli saat acara Silaturahmi dan Konsolidasi DPC PDIP Siak, Selasa (6/1/2026) lalu.
Di hadapan kader partai, Syamsuar menyoroti pentingnya ketenangan komunikasi seorang kepala daerah, terutama dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
Ia mengingatkan, gaya berbicara pemimpin memiliki pengaruh besar terhadap persepsi dan ketenangan masyarakat.
“Kurangin berkicau sikit, Bu. Bagaimanapun, suara kicau ini juga mempengaruhi. Setidaknya jangan sebagai pemimpin kita membuat diri risau pada masyarakat,” ujar Syamsuar.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian, mengingat Afni Zulkifli dikenal sebagai kepala daerah yang aktif menyampaikan pandangan dan kebijakan melalui berbagai kanal komunikasi.
Menanggapi pernyataan Syamsuar, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Riau, Dedi Hariyanto Lubis menilai, sentilan itu bukan bentuk kritik tajam, melainkan nasihat seorang tokoh senior kepada pemimpin yang lebih muda.
“Ya mungkin itu teguran bapak ke anak. Pak Syamsuar kan orang tua dan tokoh di Siak, apalagi beliau pernah menjabat sebagai bupati dan gubernur,” kata Dedi Lubis.
Menurutnya, pesan yang disampaikan Syamsuar seharusnya dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan kepemimpinan di Kabupaten Siak.
“Tujuannya pasti baik. Selama bupati bekerja untuk kepentingan rakyat Siak, tentu harus didukung oleh tokoh-tokoh senior,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Syamsuar juga mengulas tantangan serius pengelolaan keuangan daerah yang saat ini dihadapi banyak pemerintah kabupaten/kota di Riau.
Ia menyinggung proses pengadaan yang sarat tekanan serta ruang diskresi yang kerap menempatkan kepala daerah pada posisi sulit.
“Kita lihat di kabupaten lain di Riau juga banyak yang sekarang sangat kekurangan uang,” ungkap Syamsuar.
Ia kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan implementasi UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), khususnya skema opsen pajak.
Menurut Syamsuar, daerah dengan jumlah kendaraan bermotor yang tinggi akan memperoleh pendapatan lebih besar dibanding wilayah lain.
Karena itu, ia mendorong adanya langkah kolektif dan koordinasi lintas pemerintahan, termasuk dengan pemerintah provinsi, agar sumber-sumber pendapatan daerah dapat dioptimalkan demi menjaga stabilitas fiskal ke depan.