www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kapan Libur Awal Puasa Ramadan 2026? Ini Kata Kanwil Kemenag Riau
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


MoU Konservasi Berbasis Masyarakat, KPH-HKm-PT RAPP Perkuat Kolaborasi Wujudkan Riau Hijau
Kamis, 29 Januari 2026 - 20:01:32 WIB
Hutan berbasis masyarakat, KPH Kampar Kiri–HKm–PT RAPP teken MoU (foto/riki)
Hutan berbasis masyarakat, KPH Kampar Kiri–HKm–PT RAPP teken MoU (foto/riki)

PEKANBARU – Upaya penguatan konservasi hutan berbasis masyarakat di Provinsi Riau terus diperkuat melalui kolaborasi multipihak. Ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UPT KPH Kampar Kiri, Kelompok Tani Hutan (HKm), dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) atau APRIL Group, yang berlangsung di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).

Penandatanganan MoU tersebut melibatkan tiga Kesatuan Pengelolaan Hutan, yakni KPH Sungai Otan Mandiri, KPH Batang Ulak Jaya, dan KPH Kampar Jaya Bersama. Kepala UPT KPH Kampar Kiri, Dewi Handayani, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Rencana Aksi Riau Hijau yang telah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Riau.

Menurut Dewi, MoU ini menjadi landasan penting bagi pengelolaan dan perlindungan sumber daya hutan secara berkelanjutan, sejalan dengan kebijakan nasional pengelolaan hutan lestari dan upaya mitigasi perubahan iklim.

“Kesepakatan ini bukan sekadar administratif, melainkan kerangka kerja bersama untuk mengelola hutan dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama mencakup perlindungan dan pengamanan kawasan hutan, termasuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli terpadu bersama masyarakat. Selain itu, rehabilitasi dan pemulihan ekosistem akan dilakukan dengan mengutamakan tanaman lokal yang dikelola berdasarkan kearifan lokal.

Dewi menegaskan, pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama melalui skema perhutanan sosial. Masyarakat didorong mengembangkan mata pencaharian berkelanjutan, seperti pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, guna meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan fungsi ekologis hutan.

Seluruh aktivitas kerja sama ini akan disertai monitoring dan evaluasi keanekaragaman hayati yang dilakukan secara partisipatif dan transparan.

Dalam skema konservasi berbasis masyarakat ini, PT RAPP berkomitmen memberikan dukungan teknis, pendampingan, serta penguatan kapasitas kelompok masyarakat. Sementara KPH Kampar Kiri berperan sebagai pengelola wilayah hutan yang memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

1000292751.jpg

Direktur Utama PT RAPP, Mulia Nauli, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kami berpegang pada prinsip bahwa apa yang kami lakukan harus baik bagi masyarakat, negara, lingkungan, pelanggan, dan perusahaan. Kelimanya harus berjalan seimbang,” ujarnya.

Ia menambahkan, konservasi yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat bukanlah solusi jangka panjang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, M Job Kurniawan, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan hutan. Ia menyebut keterbatasan jumlah polisi hutan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat paling memahami kondisi hutan di sekitarnya, sementara perusahaan memiliki kapasitas pendukung. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci,” ujarnya.

Kerja sama konservasi berbasis masyarakat ini dirancang berlangsung selama lima tahun ke depan dengan evaluasi tahunan. Para pihak sepakat menjadikan MoU ini sebagai langkah nyata menjaga kelestarian hutan Riau sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Libur awal Ramadan 1447 Hijriah di Riau belum ditetapkan.(ilustrasi/int)Kapan Libur Awal Puasa Ramadan 2026? Ini Kata Kanwil Kemenag Riau
Harga 1 gram emas Pegadaian Pekanbaru tembus Rp2,984 juta (foto/riki)Harga 1 Gram Emas Pegadaian Pekanbaru Melonjak Jadi Rp2,984 Juta
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho.(foto: int)Ratusan Tiang Billboard Sudah Ditebang, Pemko Pekanbaru Intensifkan Pembersihan 'Sampah Visual'
Sebaran titik panas di Riau hari ini.(infografis/AI)Sinyal Awal Karhutla? Satelit BMKG Temukan 113 Hotspot di Riau, 7 Titik Level Confidence Tinggi
Sebaran titik panas di Riau meningkat hari ini.(ilustrasi/int)BMKG Temukan 170 Hotspot di Sumatera, 113 Titik Panas Menyala di Riau
  Pemain PSPS Pekanbaru, Asir Azis.(foto: int)Asir Asiz Jadi Mesin Gol PSPS di Championship Liga 2
Karhutla di Pelalawan.(ilustrasi/int)57 Hotspot Terpantau di Kuala Kampar, Pemadaman Karhutla Terkendala Angin Kencang
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi bersama Kadisnakertrans Riau, Roni Rakhmat disela apel bulan K3 Nasional.(foto: mcr)Peringatan Bulan K3: Sekda Syahrial Abdi Ungkap 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja Selama 2024
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho.(foto: int)Wako Agung Nugroho: Tak Ada Toleransi! Seluruh THM di Pekanbaru Wajib Tutup Selama Ramadan, Termasuk dalam Hotel
Pembahasan lanjutan jalan tol Padang-Pekanbaru seksi Sicincin-Bukittinggi.Bupati Agam Hadiri Rapat Lanjutan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Bukittinggi–Sicincin
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
AMSI Riau dan SKK Migas Sumbagut Perkuat Kerjasama di 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved