PEKANBARU – Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau terus dipacu melalui diseminasi praktik baik implementasi SKPP dan aksi konvergensi pencegahan stunting.
Kegiatan ini menyasar lima daerah prioritas yakni Pelalawan, Siak, Kampar, Kepulauan Meranti, dan Kuantan Singingi.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menekan angka stunting secara signifikan.
Program yang didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tersebut melibatkan pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota sebagai wilayah intervensi.
“Hari ini kita akan mendengarkan diskusi dan sharing terkait dengan praktik-praktik baik yang sudah dilakukan, mekanisme intervensi yang sudah dilakukan. Semua program yang sudah diintervensi sudah mencapai hasil yang baik,” ujar Syahrial Abdi, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan diseminasi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga ruang evaluasi terhadap program yang telah berjalan.
Pemerintah menilai evaluasi berkelanjutan penting agar setiap intervensi semakin tepat sasaran.
Menurut Syahrial, forum ini membuka peluang untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus memperkuat strategi yang sudah terbukti efektif.
“Jadi, kita menggunakan semua sumber daya yang ada untuk menyelesaikan permasalahan dengan tujuan yang sama. Hari ini permasalahan kita adalah bagaimana percepatan pencegahan stunting bisa kita atasi bersama, sehingga target nasional yang ditetapkan bisa tercapai dengan baik,” jelasnya.
Partisipasi sektor swasta dinilai memberi dorongan signifikan terhadap keberlanjutan program penurunan stunting di daerah.
Pemerintah berharap praktik baik yang telah diterapkan di wilayah intervensi dapat diperluas ke daerah lain di Riau.
“Kami menyarankan bagaimana praktik baik ini bisa kita tularkan juga untuk di kabupaten/kota lain yang belum kita lakukan intervensi. Di satu sisi, pemerintah juga sudah melakukan dengan berbagai macam program yang ada,” pungkasnya.
Melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha, Riau menargetkan percepatan penurunan stunting berjalan lebih efektif sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.