ROHIL - Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) kembali terjadi di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Dalam peristiwa ini, sekitar empat hektare lahan perkebunan dan semak belukar dilaporkan hangus terbakar.
Kapolsek Pujud, AKP Boy S. Sitompul, M.Si, mengungkapkan bahwa tim gabungan telah turun ke lokasi sejak Selasa (24/3/2026) untuk melakukan upaya pemadaman awal. Upaya tersebut dilanjutkan pada Rabu (25/3/2026) dengan fokus pada pemadaman lanjutan dan pendinginan area yang terdampak.
Menurut Boy, lokasi kebakaran berada di Seberang Sungai Rokan, Kepenghuluan Sungai Pinang, Kecamatan Pujud. Api pertama kali terdeteksi pada Senin (23/3/2026) malam di area perkebunan kelapa sawit milik warga serta lahan kosong yang dipenuhi semak belukar dan rerumputan kering.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla terdiri dari 17 personel kepolisian, dua personel TNI, dua anggota Masyarakat Peduli Api, lima warga setempat, serta enam personel pemadam dari pihak perusahaan. Proses pemadaman dipimpin langsung Kapolsek Pujud.
Medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Untuk mencapai lokasi, petugas harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam melalui jalur darat dan penyeberangan sungai.
"Jarak tempuh dari Polsek ke lokasi Karhutla kurang lebih 20 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam melalui jalur darat dan air," ujar Boy, Rabu (25/3/2026).
Selain akses yang sulit, kondisi cuaca panas, lahan gambut, serta angin kencang turut memperlambat proses pemadaman. Tim juga mengalami kelelahan akibat beratnya medan dan suhu tinggi di lokasi kebakaran.
Meski api telah berhasil dipadamkan, ancaman belum sepenuhnya hilang. Asap tebal masih terlihat membubung dari sisa pembakaran di area rumput dan batang kayu yang hangus, yang berpotensi kembali menyala jika tertiup angin kencang.
"Sampai saat ini lokasi sudah dalam kondisi padam namun menyisahkan asap tebal di sekitar rumput dan batang kayu yang hangus terbakar dan dapat meluas apabila angin kencang," ujarnya.
Saat ini, selain melakukan pendinginan, pihak kepolisian juga tengah menyelidiki penyebab awal kebakaran guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.