www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
28 Nama Lolos Seleksi Administrasi Bos Baru BRKS, Ini Daftar Lengkapnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Malaria Masih Hantui Sinaboi, Warga Rohil Minta Pemerintah Lebih Serius
Jumat, 31 Juli 2026 - 19:38:51 WIB
Malaria hantui warga Sinaboi, Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)
Malaria hantui warga Sinaboi, Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)

SINABOI - Ancaman malaria yang masih berulang di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mendorong masyarakat meminta pemerintah daerah mengubah pola penanganan dari sekadar respons terhadap kasus menjadi program pemberantasan yang terencana dan berkesinambungan.

Bagi warga, kemunculan kasus malaria dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di kawasan pesisir tersebut belum sepenuhnya teratasi.

Karena itu, pemerintah bersama instansi terkait dinilai perlu memperkuat langkah pencegahan sekaligus memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

Ia menilai malaria sudah menjadi persoalan yang berulang sehingga membutuhkan intervensi jangka panjang, bukan hanya tindakan ketika jumlah kasus mengalami peningkatan.

"Malaria di Kecamatan Sinaboi bukan lagi persoalan baru, tetapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas," ujar Tokoh Pemuda Sungai Bakau, Khairul Anwar, Jumat (31/7/2026).

"Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sesaat ketika kasus meningkat, melainkan menyusun langkah berkelanjutan dan terukur," tambahnya.

Menurut dia, upaya pengendalian malaria perlu dilakukan secara terpadu. Langkah tersebut antara lain mencakup penguatan pencegahan, pengendalian nyamuk sebagai vektor penularan, penyemprotan lingkungan secara berkala, ketersediaan obat-obatan, edukasi kesehatan, hingga peningkatan akses pelayanan bagi masyarakat.

Khairul menegaskan, penanganan malaria tidak boleh berhenti pada tindakan reaktif. Pemerintah, kata dia, perlu memiliki komitmen yang jelas agar masyarakat Sinaboi dapat terbebas dari ancaman penyakit tersebut.

"Sudah saatnya ada komitmen nyata agar Kecamatan Sinaboi terbebas dari malaria. Kesehatan masyarakat adalah hak yang harus dipenuhi, bukan sekadar janji yang terus berulang," tegasnya.

Persoalan serupa juga disoroti Tokoh Masyarakat Raja Bejamu, Riki Dermawan. Ia mengingatkan, dampak malaria tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan warga, tetapi dapat merembet ke berbagai sektor kehidupan.

"Malaria bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat. Sinaboi membutuhkan solusi nyata, bukan penanganan yang hanya dilakukan ketika kasus meningkat," ucap Riki.

Ia mendorong agar pemerintah menyusun program yang berjalan secara konsisten, mulai dari pencegahan hingga penanganan kasus.

Menurutnya, penyemprotan berkala, penguatan fasilitas dan layanan kesehatan, ketersediaan obat, serta edukasi masyarakat harus menjadi bagian dari strategi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena pemberantasan malaria membutuhkan keterlibatan lintas sektor.

Selain pemerintah daerah dan tenaga kesehatan, masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program pengendalian vektor.

Dukungan terhadap upaya pemberantasan malaria juga datang dari Pemerintah Kepenghuluan Sinaboi.

Datuk Penghulu Sinaboi, Rafika, menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi kesehatan untuk memperkuat penanganan penyakit tersebut.

"Penanganan malaria membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah kepenghuluan siap mendukung setiap program yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat," sebutnya.

Rafika berharap perhatian pemerintah terhadap persoalan malaria di Sinaboi dapat semakin ditingkatkan.

Ia ingin berbagai program yang dijalankan mampu menekan kasus secara nyata sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dihantui ancaman penyakit tersebut.

Masyarakat Sinaboi kini berharap pemerintah daerah menghadirkan strategi pemberantasan malaria yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara berkala, ketersediaan obat, pelayanan kesehatan yang mudah diakses, serta edukasi dinilai perlu dilakukan secara konsisten.

Bagi warga, keberhasilan penanganan malaria tidak cukup diukur dari respons ketika kasus meningkat.

Yang lebih penting adalah memastikan siklus penularan dapat diputus sehingga ancaman malaria tidak terus berulang di wilayah pesisir Rohil.

Penulis: Afrizal
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pansel umumkan 28 calon pimpinan BRKS yang lolos.(ilustrasi/int)28 Nama Lolos Seleksi Administrasi Bos Baru BRKS, Ini Daftar Lengkapnya
Pemutihan pajak di Riau selama bulan Agustus 2026.(ilustrasi/int)Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai 1 Agustus 2026, Tunggakan 5 Tahun Bisa Bayar 2 Tahun
Malaria hantui warga Sinaboi, Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Malaria Masih Hantui Sinaboi, Warga Rohil Minta Pemerintah Lebih Serius
Syafrudin Iput serap aspirasi warga Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Pokir Rp11 Miliar Jadi Harapan, Syafrudin Iput Bawa Aspirasi Warga Bangko ke APBD 2027
Ilustrasi.Pajak Alat Berat Jadi Penyumbang PAD Terendah di Riau, Baru Capai 23,6 Persen
  Koalisi Keberlanjutan Media resmi berdiri.(foto: istimewa)20 Organisasi dan Institusi Bersatu, Koalisi Baru Ini Bidik Masa Depan Jurnalisme Indonesia
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: int)Gaji ke-13 ASN Rohil-Inhu Beres, Pemprov Riau Masih Kawal Hak Pegawai di Daerah
Jajaran top manajemen PT TAM usai Toyota GAZOO Racing Press Conference di booth Toyota.(foto: istimewa)Toyota GR Makin Diminati, Varian Sporty Sumbang Lebih dari 60% Penjualan
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)51 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 10 Titik Panas Sore ini
Perjuangan RS Bhayangkara Polda Riau dampingi dua anak osteogenesis imperfecta (foto/ist)3,5 Tahun Dampingi Dua Anak 'Tulang Kaca', RS Bhayangkara Polda Riau Beri Penanganan Komprehensif Tanpa Biaya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved