ROHUL - Akses utama menuju pusat Kota Pasirpengaraian kembali bisa digunakan setelah Jembatan Sungai Batang Lubuh I di Kecamatan Rambah, Kaupaten Rohul dibuka kembali usai menjalani perbaikan expansion joint.
Pembukaan jembatan dilakukan secara terbatas mulai hari ini, Jumat (26/12/2025) pukul 10.00 WIB, khusus untuk kendaraan ringan.
Meski telah dapat dilalui mobil pribadi, pemerintah daerah masih memberlakukan larangan bagi kendaraan bertonase berat seperti dump truk, fuso dan tronton.
Kebijakan ini diambil karena beton hasil pengecoran expansion joint pada jalur tengah jembatan masih dalam masa penguatan dan belum layak menerima beban berat.
Plt Kadis PUPR Rohul, H Zulfikri ST menegaskan, pembatasan tersebut bersifat sementara dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan serta mutu konstruksi jembatan.
“Mulai Jumat (hari ini) jembatan sudah bisa dilalui mobil ringan. Namun kendaraan berat masih kami larang melintas karena usia beton expansion joint baru sekitar tiga hari,” ujar Zulfikri.
Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishub Rohul untuk pengaturan arus lalu lintas selama masa pembatasan berlangsung.
“Kendaraan berat seperti dump truk, fuso, dan tronton sementara diarahkan melalui Jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian sebagai jalur alternatif,” jelasnya.
Zulfikri menambahkan, proses perbaikan expansion joint sebelumnya sempat mengalami kendala akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Rambah dan sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat jadwal pekerjaan mundur dari rencana awal.
Akibat perbaikan tersebut, Jembatan Sungai Batang Lubuh I sempat ditutup total selama sekitar 10 hari, terhitung sejak Rabu (17/12/2025).
Selama penutupan, hanya kendaraan roda dua dan roda tiga yang diizinkan melintas melalui sisi kiri dan kanan jembatan, sementara kendaraan roda empat dialihkan ke jalur alternatif.
PUPR Rohul kembali mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan, demi menghindari kerusakan ulang pada struktur jembatan yang baru diperbaiki.
“Kami mohon pengertian masyarakat. Pembatasan ini hanya sementara sampai beton benar-benar aman dilalui kendaraan berat,” pungkasnya.