SIAK - Bupati Siak, Afni Zulkifli, kembali melakukan konsultasi dan diskusi dengan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, di Wisma Mulia, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Siak dalam memperkuat sektor minyak dan gas melalui Badan Usaha Milik Daerah, PT Bumi Siak Pusako.
Afni menegaskan bahwa BSP merupakan salah satu kontributor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak. Karena itu, dibutuhkan langkah strategis dan terobosan konkret untuk meningkatkan kinerja perusahaan daerah tersebut.
Menurutnya, konsultasi intensif dengan SKK Migas diharapkan mampu memperkuat upaya pengembangan sektor migas sebagai penopang perekonomian daerah yang dikenal sebagai Negeri Istana.
Dalam pertemuan tersebut, Afni didampingi Komisaris BSP Heriyanto dan Pelaksana Tugas Direktur Raihan. Langkah penguatan sektor migas dinilai semakin penting di tengah kebijakan pengurangan transfer daerah dari pemerintah pusat.
Afni menilai sektor migas masih menjadi tulang punggung keuangan daerah. Peran BSP sebagai pemegang saham mayoritas pada salah satu wilayah kerja migas produktif di Indonesia dinilai sangat strategis bagi keberlanjutan fiskal daerah.
Ia juga mengakui bahwa tanggung jawab sebagai kepala daerah sekaligus pemilik saham mayoritas pada wilayah kerja migas tersebut memiliki tantangan besar. Sejak menjabat sekitar sembilan bulan terakhir, ia merasakan langsung tekanan dalam pengambilan keputusan, terutama pada periode krusial bagi perusahaan daerah.
Sebelumnya, BSP sempat mencatat kerugian sekitar 14 juta dolar AS akibat peristiwa congeal pada 2024 yang berdampak pada penurunan dividen tahun 2025. Namun pada 2026, kondisi perusahaan mulai menunjukkan pemulihan.
Afni menyampaikan bahwa kinerja BSP pada tahun ini mulai membaik dan diharapkan mampu meningkatkan kontribusi dividen bagi pemerintah daerah.
Ia optimistis penguatan koordinasi dengan SKK Migas serta soliditas tim manajemen akan mendorong kebangkitan BSP dan memberikan dampak positif terhadap kemandirian fiskal Kabupaten Siak.