PEKANBARU – Suasana khidmat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Bank Riau Kepri Syariah di Kantor Pusat Pekanbaru, Rabu (1/4/2026). Seluruh jajaran manajemen dan pegawai mengikuti upacara dengan penuh penghayatan sebagai bentuk refleksi perjalanan panjang institusi tersebut.
Para peserta mengenakan busana Melayu lengkap, menghadirkan nuansa kedaerahan yang kental sekaligus memperkuat identitas budaya dalam momen bersejarah tersebut.
Upacara berlangsung tertib, dengan barisan peserta yang tersusun rapi. Petugas upacara yang didominasi pimpinan divisi menjalankan tugas dengan penuh wibawa, menambah kesan formal dan sakral.
Dalam kesempatan itu, arah kebijakan Pemerintah Provinsi Riau terhadap masa depan BRK Syariah disampaikan melalui sambutan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang dibacakan oleh Helwin Yunus selaku pembina upacara.
Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa perjalanan enam dekade BRK Syariah merupakan cerminan komitmen dan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Enam puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah tonggak sejarah panjang yang mencerminkan komitmen, ketangguhan, serta kontribusi nyata BRK Syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian kutipan sambutan tersebut.
Sambutan serupa juga dibacakan secara serentak di seluruh jaringan kantor BRK Syariah di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, sebagai bentuk penyamaan visi dan arah kebijakan.
Dalam pesan tersebut, pemerintah menekankan pentingnya transformasi sektor perbankan menuju sistem yang lebih inklusif, berbasis digital, serta tetap menjunjung prinsip kehati-hatian.
BRK Syariah dinilai telah menunjukkan langkah progresif melalui transformasi menjadi bank syariah penuh, penguatan tata kelola, serta pengembangan layanan digital.
Selain itu, peran BRK Syariah sebagai motor penggerak ekonomi umat juga kembali ditegaskan, khususnya dalam mendukung pembiayaan UMKM, pengembangan sektor halal, serta peningkatan akses keuangan yang berkeadilan.
Meski demikian, tantangan ke depan juga menjadi sorotan. Persaingan industri perbankan yang semakin ketat, disrupsi teknologi, serta tuntutan transparansi menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran.
Dalam arah kebijakan tersebut, terdapat empat fokus utama yang menjadi prioritas ke depan, yakni percepatan transformasi digital, perluasan inklusi keuangan hingga wilayah terpencil, penguatan integritas dan tata kelola perusahaan, serta peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Momen pembacaan sambutan menjadi bagian paling reflektif dalam upacara. Para peserta tampak larut dalam suasana, menyadari bahwa usia 60 tahun bukan sekadar perayaan, melainkan titik evaluasi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh.
“Momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga titik tolak untuk melangkah lebih maju,” tegas Helwin menutup sambutan.
Peringatan HUT ke-60 ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga simbol konsolidasi dan penegasan arah baru BRK Syariah untuk berkembang sebagai bank syariah regional yang modern, kuat, dan kompetitif di tingkat nasional.(*)